Contoh Proposal Bisnis

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA ROTI GORENG Diusulkan Oleh: Deki Firmansyah (01121001008) Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Sriwijaya PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Mengkonsumsi sarapan merupakan rutinitas yang terlupakan di tengah kesibukan menyiapkan aktivitas di pagi hari. Seringkali kita mengabaikan sarapan dengan alasan kurangnya waktu, padatnya aktivitas atau bosan dengan menu sarapan yang kurang variasinya. Sarapan bukan sekedar untuk mengganjal perut saja, tetapi juga memberikan energi agar otak bekerja lebih optimal, dapat beraktivitas dengan baik dan tidak cepat mengantuk. Sarapan merupakan makanan yang dimakan ketika pagi hari sebelum beraktivitas, makanan itu terdiri dari makanan pokok serta lauk pauk atau makanan lainnya yang dapat dijadikan sumber energi dan gizi. Bagi mahasiswa yang akan melakukan perkuliahan di pagi hari, tentu saja mereka membutuhkan sarapan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar dan tidak lemas. Penelitian menunjukkan pelajar yang rutin sarapan pagi memiliki daya ingat dan konsentrasi lebih baik dibanding yang berangkat dari rumah dengan perut kosong. Di Universitas Sriwijaya, mahasiswa yang melakukan kegiatan perkuliahan di pagi hari cukup banyak dan rata-rata mereka jarang sarapan di rumah. Hal tersebut karena mahasiswa tidak memiliki waktu sarapan di rumah atau dirumahnya tidak ada makanan, sehingga mereka lebih memilih sarapan di kantin. Akibatnya mahasiswa yang akan melakukan perkuliahan di pagi hari terlambat masuk kelas. Dengan melihat analisa tersebut Saya ingin memberikan suatu solusi untuk kalangan mahasiswa Universitas Sriwijaya yang membutuhkan sarapan yang praktis, bergizi dan dengan harga yang terjangkau. Saya membuka usaha perdagangan Roti Goreng yang menggunakan daging ayam ditambah sayuran sebagai isinya. Mahasiswa dapat memperoleh sarapan secara cepat dan bergizi dengan harga terjangkau dan yang paling penting tidak mengganggu proses belajar. Modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ini kurang dari lima puluh ribu rupiah. Modal tersebut Saya perlukan untuk pembelian bahan pokok dan kemasan roti. Untuk biaya promosi, Saya memakai fasilitias gratis SMS dari sebuah provider, sehingga mengurangi biaya modal. USAHA ROTI GORENG “KK” Usaha Roti Goreng ini saya rasakan mudah dalam proses pembuatannya dan tidak terlalu mahal pula modal yang diperlukan untuk membuat Roti Goreng ini. Saya menamakan Usaha Roti Goreng ini dengan nama “KK” karena Saya anak tertua dan biasa dipanggil kakak oleh orangtua adik-adik saya agar lebih ringkas saya jadikan “KK” (kakak), Selain itu juga nama “KK” tersebut sangat mudah diucapkan sehingga, pengharapan Saya adalah dapat dengan mudah diingat oleh banyak orang. Bentuk perusahaan dari usaha Saya ini adalah masih dalam tahap perusahaan perseorangan saja. Kita belum memiliki ijin resmi dari pemerintah karena memang perusahaan ini masih baru mulai berjalan dan masih mencoba untuk masuk dalam dunia bisnis. Kedepannya, apabila perusahaan ini dapat memperoleh keuntungan yang luar biasa dan memiliki pelanggan yang cukup banyak, maka Saya pun ingin meningkatkan perusahaan Saya menjadi lebih bergengsi. Ditingkatkan kredibilitas perusahaan menjadi lebih diakui oleh Pemerintah, Supplier dan Konsumen. PERUMUSAN MASALAH Apakah usaha ROTI GORENG merupakan usaha yang menguntungkan Kapankah usaha ROTI GORENG mencapai titik impas Bagaimana saluran pemasaran usaha ROTI GORENG TUJUAN PROGRAM Adapun tujuan dari program kewirausahaan ini adalah: Memperoleh keuntungan Memberikan sarapan praktis dan bergizi bagi mahasiswa yang belum sarapan di rumah Menambah relasi di lingkungan kampus Sebagai lahan eksperimen berbisnis di tengah banyaknya pengangguran berijazah yang ada di negeri ini GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Roti Goreng merupakan bisnis perdagangan makanan yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam memperoleh sarapan yang bergizi. Roti Goreng untuk kalangan mahasiswa juga merupakan solusi yang terbaik bagi mereka yang tidak sempat sarapan di rumah. Dilihat dari prospek usaha Roti Goreng sangat berpotensi untuk menjadi usaha sampingan mahasiswa karena waktu kerja tidak menghalangi proses belajar. Selain itu tugasnya untuk membantu mahasiswa serta menambah pengalaman, bukan hanya mencari keuntungan. Kelebihan bisnis ini adalah memberikan sarapan secara praktis dengan memakai bahan-bahan yang bersih dan sehat serta pengerjaannya dibuat secara langsung oleh setiap anggota. Jam operasional kegiatan usaha Roti Goreng pada pagi hari dengan segmen pasar yaitu seluruh mahasiswa yang berkuliah di Universitas Sriwijaya yang membutuhkan makanan secara praktis dan cepat. Tahap awal yang dilakukan dalam membangun usahanya yaitu dengan melakukan promosi melalui media komunikasi seperti SMS dan BBM yang dikirim ke tiap mahasiswa Universitas Sriwijaya. Sosialisasi dan promosi ini dilakukan satu minggu sebelum usaha dibuka. Saya pun melakukan promosi dari mulut ke mulut agar lebih banyak lagi mahasiswa yang mengetahui mengenai bisnis Roti Goreng tersebut. ASPEK PEMASARAN Saya melakukan pengamatan terhadap mahasiswa UNSRI yang belajar sebagai calon konsumen (target pasar ) sehingga usaha ini memiliki pasar yang jelas. Setiap usaha yang baru mulai memerlukan ketepatan-ketepatan dalam pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegagalan akan muncul dalam usahanya. Ketepatan tersebut dapat diperoleh melalui pendekatan yang sesuai salah satunya adalah analisis SWOT. Analisis SWOT adalah mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. SWOT adalah kependekan dari Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut: Mengkonsumsi sarapan merupakan rutinitas yang terlupakan di tengah kesibukan menyiapkan aktivitas di pagi hari. Seringkali kita mengabaikan sarapan dengan alasan kurangnya waktu, padatnya aktivitas atau bosan dengan menu sarapan yang kurang variasinya. Sarapan bukan sekedar untuk mengganjal perut saja, tetapi juga memberikan energi agar otak bekerja lebih optimal, dapat beraktivitas dengan baik dan tidak cepat mengantuk. Strength atau Kekuatan Konsumen dapat langsung mengorder tanpa harus mencari di luar kampus Menggunakan pemasaran yang menarik dan agresif sebagai bisnis baru seperti menggunakan SMS, BBM, dan bertemu secara langsung Usaha ini satu-satunya dalam lingkungan kampus sehingga memancing rasa penasaran dan keingintahuan calon pelanggan Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh mahasiswa di kampus Menawarkan harga yang terjangkau untuk mahasiswa Untuk memperkecil biaya modal, maka peralatan utama (penggorengan) sudah dimiliki sebelumnya Weakness atau Kelemahan Roti Goreng merupakan produk baru yang belum terlalu dikenal, untuk menangani kelemahan ini, Saya melakukan promosi secara terus menerus melalui media komunikasi serta pertemuan langsung dengan konsumen Bahan isi dari Roti Goreng yang tidak tahan lama, untuk mengatasi kelemahan tersebut Saya membatasi pembelian bahan dan menargetkan penjualan agar bahan habis terpakai sebelum kadaluarsa Opportunities atau Kesempatan Dapat membuka cabang usaha di kampus lain jika usaha roti goreng ini sudah stabil Dapat berkembang menjadi usaha yang menawari berbagai rasa seperti rasa jamur, sosis, coklat, dan lain-lain disesuaikan selera pasar atau konsumen Memperluas pemasaran dengan area penjualan tidak hanya di Universitas Sriwijaya tetapi bisa di tempat lain (dengan sistem titip jual) dan segmentasi konsumen tidak hanya mahasiswa Belum ada penjualan Roti Goreng di kampus ini, meskipun terdapat sebuah kantin tetapi belum tentu disukai konsumen. Oleh karena itu Saya berasumsi bahwa pengadaan perdagangan roti goreng ini akan dapat mengundang para mahasiswa untuk membeli Threats atau Ancaman Kebiasaan individu yang lebih dulu membeli roti kepada penjual yang telah mereka kenal atau percayai sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli Roti Goreng. Untuk mengatasi ancaman tersebut, diantisipasi dengan membuat kemasan yang menarik serta menggunakan isi roti sesuai permintaan konsumen Adanya pesaing yang menjual Roti Goreng dengan harga yang lebih murah. Untuk mengatasi ancaman tersebut, Saya memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai isi roti serta cara pembuatan roti goreng agar konsumen mengetahui mengapa Saya memberikan harga yang berbeda dari penjual lain ASPEK TEKNIS Produksi yang dijalankan dalam Usaha Roti Goreng ini, karena perusahaan ini masih berskala kecil maka para anggota kelompok ini yang mempersiapkan keseluruhan sistem produksinya. Teknis pembuatan atau produksi dari Roti Goreng ini adalah dengan membeli bahan baku yang sekiranya akan dipergunakan sekali saja dalam proses pembuatan Roti Goreng tersebut sehingga tidak perlu menyimpan bahan baku pembuatan Roti Goreng tersebut. Keseluruhan bahan baku yang digunakan untuk memasak Roti Goreng kemudian menghasilkan Roti Goreng yang siap dijual. Pembuatan Roti Goreng ini dilakukan pada pagi hari mengingat penjualannya dilakukan pada pagi hari menjelang masyarakat mulai beraktivitas. Roti goreng yang sudah jadi tersebut kemudian dimasukkan kedalam kemasan yang menarik dengan menggunakan merek dagang Roti Goreng yang dibuat oleh Saya. JADWAL KEGIATAN PROGRAM NO NAMA KEGIATAN KEGIATAN BULAN 1 2 3 4 5 6 1 Riset Pasar X X 2 Promosi X X X 3 Penjualan Roti X X X X 4 Evaluasi X Kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2015, dimulai pada bulan pertama melakukan riset pasar. Setelah mengetahui kebutuhan konsumen, maka terciptalah usaha Roti Goreng tersebut. Kegiatan promosi dilakukan pada bulan kedua, ketiga dan bulan keempat. Setelah kegiatan promosi dilakukan dengan seksama, kemudian pada bulan ke 3 sampai bulan ke 6 melakukan kegiatan penjualan. Pada bulan ke 6 setelah satu semester berbisnis kita mengadakan evaluasi untuk masalah atau kendala yang ada pada usaha Roti Goreng tersebut. ASPEK BIAYA Sumber dana untuk usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan Saya ini adalah dari dana pribadi dimasukkan ke dalam modal awal pembuatan, pemasaran serta penjualan Roti Goreng “KK” ini. Karena modal berasal dari dana pribadi sehingga saya bertanggung jawab penuh dalam usaha Roti Goreng ini. Hal tersebut menunjukkan keseriusan saya pada perusahaan Roti Goreng ini mengingat bahwa seluruh dana adalah dana pribadi yang dimasukkan kedalamnya sehingga apabila perusahaan mengalami kerugian, maka saya akan kehilangan dana yang sudah diinvestasikannya tersebut. RINCIAN BIAYA PERBULAN (ASUMSI): Biaya Pemasaran (promosi) (variable) Pulsa : Rp. 50.000 Biaya Modal Produksi (variable) Pembelian bahan baku : Rp. 200.000 Pembelian Alat : Rp. 100.000 Rp. 300.000 Biaya Operasional (tetap) Gaji karyawan 4 org : Rp. 200.000 Biaya Listrik : Rp. 50.000 Rp. 250.000 Rekapitulasi Biaya Biaya Promosi : Rp. 50.000 Biaya Modal Awal : Rp. 300.000 Biaya Operasional : Rp. 250.000 Total Pengeluaran : Rp. 600.000 PROYEKSI PENDAPATAN (ASUMSI) Pendapatan per hari : 20 roti x Rp. 2500,- = Rp. 50.000,- Keuntungan 1 roti adalah Rp. 2500 Pendapatan Keseluruhan selama 22 hari : 22 x 50.000 = Rp. 1.100.000 Operasional penjualan (1 bulan adalah 22 hari) Diasumsikan dari proyeksi pendapatan diatas, maka pendapatan bersih setiap bulan dari usaha Roti Goreng ini adalah sebesar Rp.1.100.000. Pendapatan bersih Rp. 1.100.000 ini tidaklah selalu berjumlah seperti itu tiap bulannya. Adakalanya penjualan meningkat pada saat-saat tertentu seperti ketika musim ujian di kampus, banyak mahasiswa yang tidak sempat sarapan di rumah. Oleh karena itu Saya menyimpulkan bahwa pendapatan sebesar Rp. 1.100.000 itu adalah pendapatan yang paling terendah tiap bulannya. ANALISA TITIK IMPAS Dalam menghitung analisis titik impas ini, kita terlebih dahulu menentukan jumlah investasi awal. Investasi awal dapat kita peroleh dari jumlah biaya tetap ditambah jumlah biaya total variable. Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita menentukan pendapatan bersih setiap bulannya. Disini kita menggunakan nilai asumsi pendapatan bersih terendah setiap bulannya. Investasi awal : Biaya tetap + Biaya variable : Rp. 250.000 + Rp. 350.000 : Rp. 600.000 Untuk mengetahui Analisa Titik Impas adalah digunakan untuk memperkirakan seberapa cepat modal yang sudah dikeluarkan dalam usaha Roti Goreng ini segera dapat kembali seutuhnya. Semakin cepat kembalinya modal, maka semakin bagus investasi dalam usaha Roti Goreng ini. Apabila semakin lama kembalinya modal dalam usaha Roti Goreng ini maka diperlukan untuk berfikir kembali apabila ingin meneruskan usaha Roti Goreng tersebut. Suatu usaha dengan jumlah modal tertentu apabila pengembalian modalnya cukup lama, maka para investor akan kehilangan suatu peluang yang dinamakan dengan peluang kesempatan. Peluang kesempatan tersebut adalah peluang lain untuk para pemegang saham ketika sebelum membuka usaha Roti Goreng tersebut. Bisa kita ambil contoh daripada uang pemegang saham digunakan untuk berbisnis lebih baik disimpan di Bank saja, hasilnya lebih jelas tiap bulannya walaupun keuntungannya tidak seberapa. Analisa titik impas tersebut adalah: Pendapatan / modal = Rp. 1.100.000 / Rp. 600.000 = 1.8 bulan atau 2 bulan Jadi uang para pemegang saham akan kembali dalam jangka waktu 2 bulan setelah investasi awal dilakukan. Sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan mengingat angka diatas adalah masih mengambil asumsi pendapatan bersih terburuk. KESIMPULAN Setelah melalui pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa usaha dari Roti Goreng ini sudah sangat layak untuk dijalankan. Dalam cara menjalankannya pun terlihat tidak terlalu sulit, sehingga proses penjualannya pun tidak terlalu memakan waktu dan fikiran terlalu banyak. Setelah itu, modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha Roti Goreng ini pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak akan terlalu menyulitkan kegiatan belajar mahasiswa. Waktu pelaksanaannya pun dilakukan sebelum jam perkuliahan dimulai. Akhir kata, besar pengharapan Saya untuk memperoleh keuntungan dari bisnis ini. Materi tentunya adalah suatu hal yang sangat berharga, apalagi apabila materi tersebut diperoleh oleh mahasiswa yang masih belum memiliki penghasilan sama sekali.

Daftar Sekarang

Comments

comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas