Contoh Proposal Bisnis, Study kelayakan Proyek, Studi Kelayakan Bisnis,

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.JUDUL

DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT”

 

1.2.LATAR BELAKANG

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi terbesar yang ada di pulau Sumatera, dan didalam provinsi dengan 17 Kota dan Kabupaten ini terdapat sebuah gunung berapi aktif yaitu gunung Dempo. Dibaik status berapi aktif yang disandangnya gunung dempo tidak hanya menawarkan ancaman tetapi juga menawarkan suatu petualangan bagi para pendaki yang ingin merasakan puncaknya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa mendaki gunung saat ini seperti menjadi suatu gaya hidup untuk menghilangkan kepenatan dibalik rutinitas sehari-hari. Dan gaya hidup ini semakin meningkat mana kala film 5 cm yang menceritakan tentang suatu cerita pendakian gunung mulai diputar dibioskop-bioskop se Indonesia.mendaki gunung seperti sedang menjadi trent baru dikalangan pemuda yang memang mencintai tantangan atau hanya terobsesi dari film.

Dan dengan berkembangnya trent mendaki ini juga terdapat masalah yang ditimbulkan. Mendaki gunung tidak semata hanya mengandalkan obsesi namun harus memperhatikan faktor keselamatan. dan inilah yang biasanya diabaikan oleh para pendaki pemula yang bermodalkan nekad dan mengabaikan faktor-faktor keselamatan. Dan dalam memperhatikan faktor-faktor keselamatan ini harus diperhatikan juga kelengkapan yang harus dipenuhi, seperti sleaping bag yang akan menjadi penghangat diwaktu tidur sehingga bahaya kedinginan (hipotermia) dapat di antisipasi.

Namun hal seperti itu kurang diperhatikan oleh para pendaki pemula. Dengan alasan biaya untuk membeli peralatan yang cukup tinggi mereka mengabaikan faktor keselamatan yang semestinya menjadi prioritas dari para pendaki.

Dari masalah inilah DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT” hadir. Dengan melihat peluang untuk dapat menghadirkan sebuah usaha yang mempersiapkan peralatan pendakian dimana konsumen hanya perlu menyewa peralatan tanpa harus membelinya. Dan diharapkan dengan hadirnya usaha ini dapat menjadi alternative bagi pendaki pemula yang tidak ingin repot membeli peralatan, namun tetap membawa peralatan yang sesuai standard keamanan dalam pendakianya nanti. 

 

1.3.RUMUSAN MASALAH

Dari uraian di atas maka didapat perumusan masalahnya adalah ”apakah usaha DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT” dapat dikembangkan  menjadi  suatu  bidang  usaha  yang  menguntungkan? yang tentunya dapat memfasilitasi pendaki pemula untuk dapat mendaki tanpa harus mengeluarkan biaya pembelian alat.

 

1.4.TUJUAN KEGIATAN PROGRAM

Adapun tujuan dari kegiatan program kewirausahaan DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT” adalah : 

1.4.1.      Menjadi sebuah usaha yang dapat memberikan tambahan pemasukan bagi pelaksana. 

1.4.2.      Menciptakan usaha yang dapat membantu pendaki pemula yang membutuhkan alat pendakian tanpa harus membeli.

1.4.3.      Menjadi usaha yang mendorong para pendaki untuk mengutamakan keselamatan dalam pendakianya

 

1.5.LUARAN YANG DIHARAPAKAN

Adapun luaran yang diharapkan dari kegiatan program kewirausahaan DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT” ini adalah : 

1.5.1.      Mampu menjadikan wirausaha DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT” sebagai tempat penyewaan alat pendakian.

1.5.2.      Mampu memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang ingin melakukan pendakian dengan tetap mengutamakan keselamatan.  

 

 

BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1. IDENTITAS USAHA

2.1.1. Nama Usaha

DEMPO ADVENTURE “THE OUTDOOR EQUIPMENT”

2.1.2. Logo Usaha

Gambar 1. Logo Usaha

2.1.3. Lokasi Usaha

Usaha ini berlokasi di Lorong belakang kantor lurah, pasar pagi Kelurahan Timbangan, Indralaya, tepatnya Kost Jasmine. Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan pasar pagi, dan banyak kostan yang berada disekitarnya, sehingga diharapkan nantinya setiap mahasiswa atau pengunjung yang akan melakukan pendakian akan dengan mudah menemukan tempat untuk menyewa peralatan.

2.1.4. Jumlah Pengelola

Usaha ini akan di kelola oleh 5 (Lima)  orang dan  untuk melancarkan usaha ini maka setiap orang memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda sesuai keahlian yang dimilikinya. Usaha ini dikelola sendiri, sehingga tidak membutuhkan karyawan.

 

2.2.ASPEK PASAR

2.2.1. Segmen pasar

            Segmen pasar dari “DEMPO ADVENTURE” adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya, dan masyarakat di sekitaran kampus.

2.2.2 Jangkauan Pasar

            Jangkauan pasar dari “DEMPO ADVENTURE” adalah Kota Indralaya, Kota Palembang, dan sekitarnya.

 

2.3 PROSES BISNIS

2.3.1Tahap Persiapan

Tahap persiapan diawali dengan mempersiapkan tempat, melakukan dekorasi dengan konsep “pecinta alam dan penataan ruangan yang minimalis sejalan dengan konsep anak muda yang senang dengan hal yang minimalis.

2.3.2. Pengadaan Alat

Pada tahap ini pembelian alat-alat dilakukan. Pemilihan kualitas alat demi menciptakan padangan konsumen bahwa produk yang di sewakan juga memiliki kualitas yang baik .

2.3.3 Tahap Promosi

Mempromosikan melalui pembuatan dan penyebaran pamflet yang akan di temple di setiap mading-mading fakultas-fakultas yang ada serta kawasan tempat tinggal mahasiswa perantauan (kost), blog khusus DEMPO ADVENTURE, facebook, dantwitter agar semua kalangan mengetahui usaha DEMPO ADVENTURE. Selain itu di lokasi usaha nanti juga akan di buat papan nama usaha sehingga setiap orang yang lewat akan melihat dan tahu tentang usaha tersebut.

2.3.4 Tahap Pembukaan Usaha

Pada tahap ini mulai dilakukan penyewaan di outlet DEMPO ADVENTURE dimana ditempat itu akanada berbagai macam produk perlengkapan alat gunung. Dan jika selama ini konsumen merasa malas untuk membeli peralatan gunung yang harganya cukup mahal maka dengan adanya DEMPO ADVENTURE ini maka hal itu tidak akan lagi jadi penghalang lagi. Di DEMPO ADVENTURE nantinya konsumen akan bebas memilih barang yang akan disewa secara langsung dan setelah melengkapi beberapa berkas dan memberikan jaminan maka barang yang akan disewa akan bisa langsung dibawa pulang.

2.3.5Tahap Evaluasi Perkembangan Usaha

Pada tahap ini dilakukan penghitungan pengeluaran dan pemasukan dari  hasil kerjasama. Pada tahap ini pula kami menganalisis apakah stategi pemasaran sudah menghasilkan laba yang maksimal ataukah belum. Selain itu, dilakukan pula evaluasi terhadap modal yang ada, evaluasi terhadap jaringan dan mitra kerja.

2.3.6Evaluasi Kegiatan

Evaluasi didakan untuk mengetahui secara keseluruhan sejauh mana usaha ini berjalan, kekurangan dan kelebihan serta rincian secara keseluruhan.

2.3.7Laporan Pertanggung Jawaban

Laporan ini dilaksanakan pada akhir periode kegiatan.

 

2.4 ORGANISASI MANAJEMEN

 

 

 

 

 

Bagan 1. Organisasi Manajemen

Struktur organisasi manajemen tersebut mempunyai tugas dan wewenang masing-masing, mulai dari general maneger, financial Manager, marketing manager dan public relation. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel .

 

No

Posisi

Pemegang Posisi

Tugas

1

Free Traffic 468

General Manager

 

Deki Firmansyah

1.      Mengkoordinir segala kegiatan para manajer

2.      Melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan usaha

3.      Memberi masukan atau saran kepada para manager dalam menjalankan kegiatan usaha

2

Vice Manager

Deka Firhansyah

1.      Membantu general manager mengkoordinir para manager

2.      Menggantikan peran manager bila manager berhalangan

3

Financial Manager

Bayu Pujiansyah

1.      Menetapkan struktur keuangan perusahaan

2.      Mengalokasikan dana sedemikian rupa agar dapat memperoleh tingkat efisiensi atau profitabilitas yang optimal

3.      Mengendalikan kuangan pusahaan engan mengadakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah penyimpangan didalam pelaksanaan usaha dan memengaruhi struktur keuangan dan alokasi dana

4

Marketing Manager

Arifta Suryanugraha

1.      Manager pemasaran bertanggung jawab terhadap perolehan hasil penjualan

2.      Manager pemasaran bertanggung jawab terhadap penggunaan dana promosi

3.      Manajer pemasaran bertanggung jawab terhadap pengemasan produk dan tempat usaha yang kreatif dan inovatif sehingga menarik minat konsumen

5

Public Relation

Endang Herlina

1.      Meningkatkan citra perusahaan

2.      Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru

3.      Meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai

4.      Mencari investor untuk mengembangkan usaha

Tabel 1. Tugas-tugas pengelola kegiatan usaha.

 

 

 

 

BAB 3

RENCANA PEMBIAYAAN DAN CASH FLOW

 

3.1 PROYEKSI PENDAPATAN

Untuk menghitung proyeksi pendapatan diperlukan asumsi-asumsi dasar antara lain: berupa  jumlah penyewaan produk yang diperoleh melalui survei pasar, kemudian dilakukan perhitungan terhadap penyewaan produk tiap satuan harga  sehingga nantinya akan didapatkan pendapatan yang diharapkan. Proyeksi pendapatan dapat dilakukan dengan menghitung tiap unit usaha sebagai berikut :

No

Nama Produk

Harga Sewa

Kuantitas

1

Carrier

Rp.  40.000,00

15

2

Tenda

Rp.  60.000,00

8

3

Matras

Rp.  5.000,00

15

4

Kompor

Rp.10.000,00

8

5

Sleeping Bag

Rp.15.000,00

15

6

Jaket

Rp.20.000,00

15

Tabel 2. Harga sewa dan kuantitas

Maka  dari  asumsi-asumsi  dasar  tersebut  kita  dapat  menghitung  pendapatan perbulannya adalah :

PENDAPATAN

Daftar Sekarang

Comments

comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas