Tingkat Pengukuran Variabel

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Tingkat Pengukuran Variabel

 

Free Traffic 468

Pengukuran tidak lain adalah sebuah proses kuantifikasi yang merupakan usaha manusia untuk mencantumkan bilangan kepada sistem materi yang bukan bilangan untuk menggambarkan sifat-sifat materi tersebut berdasarkan hukum mengenai sifat-sifat itu.

 

Apabila seseorang mengatakan melakukan pengukuran, maka hasil kerjanya itu akan memberikan bilangan. Interpretasi terhadap bilangan tersebut tergantung kepada aturan yang dipakai pada saat kita mencantumkan bilangannya.

 

Menurut tingkat pengukurannya, variabel dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu:

Ø  Skala nominal

Ø  Skala ordinal

Ø  Skala interval

Ø  Skala Rasio

 

Skala Nominal

Dalam skala nominal bilangan itu fungsinya semata-mata hanya sebagai lambang untuk membedakan. Terhadap bilangan-bilangan seperti ini tidak berlaku hukum aritmatik secara penuh, misal: tidak boleh menjumlahkan, mengurangi, mengalikan, maupun membagi.

Contoh:

            Digunakan aturan jika kita berbicara mengenai pekerjaan

            Abri                             (1)

            PNS                             (2)

            Pedagang                    (3)

            Petani                          (4)

            Buruh                          (5)

            Lain-lain                      (6)

 

Skala Ordinal

Pada tingkat pengukuran ordinal bilangan itu fungsinya ada dua:

1.      Sebagai lambang untuk membedakan

2.      Untuk mengurutkan peringkat berdasarkan kualitas yang ditentukan

Contoh:

            Sangat cantik              (1)

            Cantik                         (2)

            Cukup                         (3)

            Kurang cantik             (4)

            Tidak cantik                (5)

Makin kecil bilangan, peringkat makin tinggi

 

            SD kelas 1                   (1)

            SD kelas 2                   (2)

            SD kelas 3                   (3)

            SD kelas 4                   (4)

            SD kelas 5                   (5)

            SD kelas 6                   (6)

Makin besar bilangan, peringkat makin tinggi.

 

Boleh pakai mana saja, asal konsisten. Artinya sekali seseorang peneliti menggunakan makin kecil bilangan makin tinggi peringkat, maka untuk selanjutnya dalam penelitian itu dia menggunakan aturan tersebut secara konsisten.

Pada tingkat pengukuran ordinal kita bisa mengatakan lebih baik/lebih buruk,  tetapi tidak bisa menentukan berapa kali lebih baik/lebih buruknya.

 

Contoh:

            Anak kelas 6 pengetahuannya lebih baik daripada anak kelas 3, dan bukannya anak kelas 6 pengetahuannya dua kali lebih baik dari pada anak kelas 3.

 

Skala Interval

Bilangan pada skala interval fungsinya ada tiga, yaitu:

  1. Bilangan sebagai lambang untuk membedakan
  2. Bilangan untuk mengurutkan peringkat (makin besar bilangan, peringkat makin tinggi)
  3. Bilangan bisa memperlihatkan jarak interval

 

Ciri utama tingkat pengukuran interval adalah bahwa titik nol bukan merupakan titik mutlak, tetapi titik yang ditentukan berdasarkan perjanjian.

 

Contoh:

            Skala pada termometer

            F = 9/5C + 32

 

C

F

100

212

75

167

50

122

25

77

0

32

 

 

Skala Rasio

Ciri utama variabel dengan tingkat pengukuran rasio adalah bahwa titik nol adalah mutlak. Nilai nol artinya kosong.

 

 

 

 

 

Uji Validitas (Test of Validity)

 

Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas dimaksudkan sebagai ukuran seberapa cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya. Suatu alat ukur yang validitasnya tinggi akan mempunyai varian kesalahan yang kecil, sehingga data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya.

 

Contoh: Penyusunan skala pengukur sikap terhadap nilai anak (value of children)

 

Mendifinisikan secara operasional konsep yang akan diukur

 

Ø Negatif

·        beban emosional

·        beban ekonomi

·        berkurangnya kelesuasaan dan pengembangan diri

·        beban tenaga

·        beban bagi keluarga

Ø Positif

·        keuntungan emosional

·        Keuntungan ekonomi dan rasa aman

·        Pengayaan dan pengembangan diri

·        Identifikasi pada anak

·        Kemesreaan keluarga dan keutuhan perkawinan

Contoh: Keuntungan Emosional

a.     Orang yang tidak mempunyai anak tidak akan dapat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya

b.     Orang yang memiliki anak tidak akan kesepian di dalam hidupnya

c.      Kehadiran anak-anak membuat suasana rumah lebih meriah

Contoh: Keuntungan Ekonomi dan rasa aman

a.     Banyak anak banyak rezeki

b.     Dengan mempunyai anak pekerjaan di rumah menjadi ringan

c.      Anak adalah jaminan hidup di masa tua

Contoh: Pengayaan dan Pengembangan diri

a.     Pengalaman mengasuh anak membuat pribadi lebih dewasa

b.     Pengalaman mengasuh anak adalah pengalaman yang sangat berharga

c.      Mengasuh anak akan membuat kesabaran diri meningkat

Contoh: Identifikasi pada anak (anak representasi dirinya)

a.     Anak adalah pewaris kehidupan yang tidak bias diganti oleh siapapun

b.     Kesuksesasan yang diperoleh oleh anak adalah sumber kegembiraan orang tua yang tidak dapat disamai oleh kegembiraan lainnya

c.      Tanpa anak hidup ini tidak lengkap

Contoh: Kemesraan keluarga dan keutuhan perkawinan

a.     Hubungan suami istri akan lebih intim dengan memiliki anak

b.     Tanpa anak suami akan berkurang cintanya pada isteri

c.      Anak adalah pencegah utama terjadinya perceraian

Contoh: Beban  Emosional

a.     Memiliki anak membuat pikiran tidak pernah tenang

b.     Anak adalah sumber kecemasan dalam kehidupan

c.      Hidup ini akan lebih bahagia bila tidak memiliki anak

Contoh: Beban Ekonomi dan rasa aman

a.     Banyak anak, keungan keluarga akan morat marit

b.     Dengan banyak anak kemewahan hidup akan berkurang

c.      Hidup tanpa anak akan lebih menjamin keluarga

Contoh: Berkurangnya keleluasaan dan kesempatan

a.     Kehadiran anak membuat kehidupan kurang bebas

b.     Banyak kesempatan untuk maju hilang karena mempunyai anak

c.      Keinginan seseorang akan mudah tercapai bila dia tidak punya anak

Contoh: Beban tenaga

a.     Mengurusi anak melelahkan badan

b.     Tanpa anak orang akan sehat badannya

c.      Merawat anak menuntut banyak tenaga

Contoh: Beban keluarga

a.     Keintiman suami istri terganggu karena kehadiran anak

b.     Anak seringkali menjadi sumber pertengkaran suami istri

c.      Perkawinan akan lebih mampu bertahan bila tidak memiliki anak

 

 

 

 

Cara Uji:

Menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total dengan menggunakan korelasi “product moment”

 

Res.

Nomor Pertanyaan

Ttl

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

A

5

4

5

4

5

4

4

5

4

5

45

B

4

5

4

5

4

5

5

4

5

4

45

C

3

4

4

3

4

2

4

5

4

4

37

D

5

5

4

3

4

5

4

3

4

1

38

E

3

3

4

4

3

4

4

4

4

1

34

F

2

1

2

1

2

2

2

2

1

5

20

G

2

3

2

3

2

2

3

3

1

5

26

H

1

1

1

2

1

2

2

1

2

5

18

I

4

4

4

5

5

5

4

4

4

1

40

J

3

2

2

2

2

3

2

2

2

5

25

 

                 N (∑XY) – (∑X∑Y)

r = ——————————————-

      √[ N∑X2 – (∑X)2] [N∑Y2– (∑Y)2]

 

Angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan angka kritis table korelasi r. Cara melihat table adalah lihat baris N-2, pada tingkat signifikan tertentu. Bila angka r hitung > r table, maka berarti signifikan valid.

 

Uji Reliabilitas (Test of Reliability)

 

Uji reliabiliti atau keandalan, dimaksudkan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi dalam mengungkapkan gejalah tertentu dari sekelompok individu, walaupun dilakukan pada waktu yang berbeda.

 

Uji keandalan dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan yang sudah valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali, terhadap gejalah yang sama.

 

Langkah-langkahnya:

 

1.     Membagi pertanyaan-pertanyaan menjadi dua belah

2.     Skor untuk masing-masing pertanyaan pada tiap belahan dijumlahkan, sehingga menghasilkan dua skor total untuk masing-masing responden

3.     mengkorelasikan skor total belahan pertama dengan skor total belahan kedua

4.     Mencari reliabiliti untuk keseluruhan pertanyaan dengan rumus spearman brown:

2(rb)

Rtotal =  ————-

                   1 + rb

Daftar Sekarang

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas