Proposal Bisnis Plan: Alpha Burger Make Unique and Different

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

BAB 1

Propellerads

PENDAHULUAN

 

1.1.LATAR BELAKANG MASALAH

 

Universitas Sriwijaya merupakan salah satu Universitas Terbesar yang ada di Indonesia dengan jumlah mahasiswa yang hampir mencapai 30.000. Dengan jumlah yang besar ini nantinya di harapkan lulusan yang ada tidak hanya terpaku untuk mencari pekerjaan saja namun harus dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan (WIRAUSAHA). Sejalan dengan harapan itu saat ini mahasiswa sudah mulai aktif untuk merintis usaha-usahasalah satunya usaha berbentuk makanan.

Dewasa ini, sebagian besar penduduk Indonesia cenderung lebih senang mengkonsumsi makanan yang “berbau” kebarat-baratan ketimbang mengkonsumsi makanan khas tradisional, salah satunya adalah burger. Burger, yang berasal dari kata Hamburger merupakan makanan sejenis Sandwich yang pada umumnya terdiri dari roti bulat agak pipih dan dibelah dua. Ditengahnya disisipkan lempengan daging berbumbu, disajikan dengan daun selada, irisan tomat, timun dan aneka saus. Kini jenis burger yang beredar di pasaran semakin beragam. Burger-burger tersebut hadir dengan berbagai inovasi, seperti mengganti daging sapi yang biasanya digunakan sebagai isian pada burger dengan daging ikan tuna atau daging lainnya serta memperbesar ukuran burger melebihi ukuran standar. Tetapi masih banyak produsen lain yang membuat burger tanpa menambahkan inovasi didalamnya. Melihat peluang tersebut, kami ingin membuat burger yang berbeda dan unik. Ide ini muncul setelah kami memperhatikan bahwa kami sebagai “anak kos” dalam jangka waktu satu bulan terkadang mengkonsumsi mie instan sebagai pengisi perut sehari-hari, kemudian terpikir dalam benak kami untuk menggabungkan unsur mie ke dalam burger yang kini kian digemari oleh para kalangan muda. Oleh karena itu, kami ingin mensubstitusikan roti  dengan mie yang telah diolah untuk membalut daging dan isian didalamnya agar terciptalah sebuah tampilan baru akan burger yang telah dikenal oleh konsumen.

 

Sasaran konsumen kami adalah para mahasiswa yang ada di Universitas Sriwijaya. Kami memilih para mahasiswa sebagai sasaran konsumen adalah karena mahasiswa memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Efek dari tingginya tingkat mobilitas yang ada pada mahasiswa menyebabkan banyak mahasiswa yang melupakan asupan makananuntuk tubuhnya terutama di pagi hari. Sehingga banyak mahasiswa yang terlihat kurus karena berubahnya pola makan mereka.

 

Wilayah penjualan yang kami pilih adalah kompleks Fakultas Ekonomi dan akan menyebar ke fakultas-fakultas lainnya secara bertahap. Semua fakultas yang nantinya akan ditinjau akan dipilih terlebih dahulu berdasarkan jumlah mahasiswa dan daya beli mereka terhadao suatu produk. Dengan potensi yang dimiliki oleh sasaran penjualan, maka tingkat pembelian produk kami akan semakin tinggi dan profit yang kami hasilkan pun akan semakin besar.

 

1.2.PERUMUSAN MASALAH

Dari uraian di atas maka didapat perumusan masalahnya adalah ”apakah keadaan Alpha Burger ini akan mampu menjadi makanan yang akan mendapat tempat di konsumen khususnya masyarakat dan mahasiswa sekitar?”

Dalam mencapai keberhasilan dalam keadaan tersebut, tentu produsen harus dapat mengatasi masalah-masalah yang muncul sebagai penghambat dalam menjalankan peluang usahanya. Oleh karena itu, ide yang kami canangkan telah disesuaikan dengan masalah-masalah yang dihadapi sebagai berikut:

1)      Tidak semua konsumen menyukai burger yang berbahan dasar roti

2)      Menyediakan makanan cepat saji yang murah dan sehat bagi mahasiswa serta memiliki tingkat mobilitas tinggi.

 

Berdasarkan deskripsi fakta diatas, muncul sebuah ide untuk membuat burger yang unik dan berbahan dasar yang familiar dengan kalangan muda Indonesia. Untuk mewujudkannya kami mensubstitusikan roti dengan mie sebagai bahan yang digunakan untuk membalut isian pada burger.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

 

2.1. IDENTITAS USAHA

2.1.1. Nama Usaha

“Alpha Burger Make Unique and Different”

2.1.2. Logo Usaha

 

 

 

 

 

Gambar 1. Logo Usaha

2.1.3. Lokasi Usaha

Untuk sementara waktu Lokasi yang kami gunakan itu disekitar kampus Universitas Sriwijaya Karena keterbatasan modal yang kami miliki kami tidak punya cukup biaya untuk membuat gerobak sebagai tempat berjualan, apalagi kalau sampai harus menyewa sebuah toko sebagai tempat berjualan dilokasi yang strategis karena sewanya pasti diluar jangkauan pembiayaan yang kami miliki. Namun meski demikian kami tetap bisa menjalankan usaha kami dengan memilih lokasi untuk berjualan yang ramai namun tidak memerlukan anggran penjualan yang besar sehingga untuk tahap awal usaha kami ini produk kami ini akan dipasarkan dengan cara memasarkan produk kami secara langsung menjajakannya kepada mahasiswa di sekitaran kampus terutama Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya karena kebetulan kami kuliah di Fakultas Ekonomi jadi tidak memerlukan anggaran tambahan dalam berjualan di kampus dalam artian dapat berlangsung setelah kegiatan perkuliahan yang kami ikuti.

            Apabila usaha kami ini berjalan lancar maka rencana selanjutnya kami akan mengembangkan usaha kami ini hingga memiliki cukup modal untuk mendirikan sebuah toko atau kios sebagai tempat berjualan tersendiri kalau memungkinkan kami akan membuka di kampus kami sendiri kalau tidak memungkinkan kami akan mencari lokasi yang di dekat dengan kost-kosan mahasiswa.

 

2.1.4. Jumlah Pengelola

Usaha ini akan di kelola oleh 6(enam) orang dan  untuk melancarkan usaha ini maka setiap orang memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda sesuai keahlian yang dimilikinya.

2.1.5. Strategi Bisnis

a.       Citra dan posisi yang diinginkan dalam pasar.

Citra yang diinginkan “burger mie” dalam pasar adalah makanan ringan yang menyehatkan dan sesuai dengan keuangan pelanggan.

Posisi Soft Tech : menjadi perusahaan yang namanya diingat pelanggan. Memunculkan suatu brain storming bahwa untuk mendapatkan makanan ringan yang diinginkan, langsung mengingat ”burger mie”. Seperti pada saat orang-orang membeli Air mineral, pastiakan mengatakan ”aqua satu.” bukan ”air mineral satu”.

b.      Strategi kompetitif

 

·         Kepemimpinan biaya

Kepemimpinan biaya burger mie adalah harga yang beragam.Semakin kompleks bahan yang diinginkan untuk rasa burger, maka akan semakin mahal dan sebaliknya. Apabila menerapkan biaya yang sama, maka para pelanggan ada yang merasa dirugikan, karena setiap pelanggan memiliki selera yang berbeda-beda.

·         Diferensiasi

Penggabungan 2 makanan cepat saji yang menjadi favorite adalah sesuatu yang berbeda dan belum pernah ada sehingga dengan ini burger mie akan memiliki keunikan tersendiri yang menjadi pembeda dengan makanan ringan lainya.

 

2.2.ASPEK PASAR DAN ASPEK KEUANGAN

2.2.1. Segmen pasar

            Segmen pasar dari “Alpha Burger” adalah mahasiswa Universitas Sriwijaya dan Masyarakat Sekitar.

 

 

 

2.2.2. Aspek Keuangan

2.2.2.1. Proyeksi Pendapatan

Untuk menghitung proyeksi pendapatan diperlukan asumsi-asumsi dasar antara lain: berupa  harga jual produk   yang diperoleh melalui survei pasar dan wawancara langsung dengan mahasiswa yang menghasilkan produk,  kemudian dilakukan perhitungan terhadap penjualan produk tiap satuan harga  sehingga nantinya akan didapatkan pendapatan yang diharapkan. Proyeksi pendapatan dapat dilakukan dengan menghitung tiap unit usaha sebagai berikut :

a.       Diasumsikan harga dasar (HD) dan harga jual (HJ) produk sementara adalah sebagai berikut :

No

Nama Produk

Harga Jual

Biaya Variabel

1

Alpha Burger Original

Rp.  7,000.00

2000

2

Alpha Burger Abon Sapi

Rp.  7,000.00

2000

3

Alpha Burger Egg with Abon Sapi

Rp.  8,000.00

2500

4

Alpha Burger Double Beef with Abon Sapi

Rp.  10,000.00

3000

Tabel 1. Harga dasar dan harga jual produk

 

 

b.      Diasumsikan jumlah penjualan tiap bulannya adalah :

Alpha Burger Original

300 buah

Alpha Burger Abon Sapi

100 buah

Alpha Burger Egg with Abon Sapi

100 buah

Alpha Burger Double Beef with Abon Sapi

80 buah

Tabel 2. Asumsi jumlah penjualan

 

 

 

 

Maka  dari  asumsi-asumsi  dasar  tersebut  kita  dapat  menghitung  pendapatan

perbulannya adalah :

 

PENJUALAN

Alpha Burger Original                                    : Rp. 7,000X 300buah            = Rp.2.100.000,-

Alpha Burger Abon Sapi                                : Rp. 7,000X 100  buah           = Rp.700.000

Alpha Burger Egg with Abon Sapi                 : Rp.8.000 X 100buah             = Rp.800.000

Alpha Burger Double Beef with Abon Sapi   : Rp.10.000 X 80 buah            = Rp.800.000

                                                                        TOTAL PENJUALAN          Rp. 4.400.000,-

 

 

 

HARGA POKOK PENJUALAN

Alpha Burger Original                                    : Rp. 6,000X 300buah            = Rp.1.800.000,-

Alpha Burger Abon Sapi                                : Rp. 6,000X 100  buah           = Rp.700.000

Alpha Burger Egg with Abon Sapi                 : Rp.7.000 X 100buah             = Rp.700.000

Alpha Burger Double Beef with Abon Sapi

Daftar Sekarang

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas