KONTRAKSI MANAJEMEN DAN KELAHIRAN KESUKSESAN

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Propellerads
scrolling=theme=1

KONTRAKSI MANAJEMEN DAN KELAHIRAN KESUKSESAN

CEO Words,

Kamis, 15 September 2016

Ada sebuah kalimat yang terus menghantui fikiran Saya setelah 5 hari berguru ke Grounded Coaching DR Imam Elfahmi di Malang. Dalam sebuah dialog sederahana, Coach Fahmi mengungkapkan sebuah kalimat yang terus mendengung di telinga Saya, “Kalo mau jadi CEO aman, gak ada guncangan, ya GOAL gak usah tinggi-tinggi. Profit pasti. Cash pasti. Tapi kamu gak akan jadi apa-apa. Akan jadi NODA seorang Rendy Saputra suatu saat kelak. Kalo mau besar, GOAL harus besar. Dan pasti ada guncangan. Pasti akan banyak yang merasa gak nyaman. Pasti terjadi KONTRAKSI. Ketegangan. Karena semua bekerja mati-matian untuk sebuah GOAL yang besar.”

Didalam kalimat tersebut, Saya kemudian menemukan sebuah istilah “KONTRAKSI”. Dalam istilah kehamilan, kontraksi ini artinya menegangnya perut sang ibu, yang biasanya disusul dengan mules dan bukaan. Dan itulah jalan menuju kelahiran. Tanpa kontraksi dan tegangnya perut sang Ibu, sangat sulit tercapai kelahiran alami.

Analogi ini kemudian menghiasi kepala Saya dalam dua hari terakhir. Bahwa ketegangan didalam manajemen harus terjadi jika ingin mencapai goal yang besar. Ketidak nyamanan harus terjadi, dan itulah yang harus dihadapi oleh seorang CEO seperti Saya.

Setidaknya, ada beberapa alasan yang membuat Saya menyetujui kalimat Coach Fahmi.

1. Kontraksi Manajemen adalah indikasi lahirnya Reinforcement didalam organisasi. Organisasi bisnis yang lemah dan selalu kalah dengan target, biasanya adalah organisasi yang dipimpin secara manja dan lemah. Sang leader sama sekali tidak menekan kejaran target kepada tim nya. Semua bekerja sesukanya.
Datang pagi dan pulang sore tanpa produktifitas apa-apa. Dan semuanya happy tanpa ada merasa bersalah sedikitpun. Berbeda dengan organisasi yang biasa mencapai target dan produktif. Organisasi ini biasanya dipenuhi oleh tekanan dan kontraksi disana sini. Ini terjadi karena leader melakukan ENFORCEMENT pada target capaian. Setiap aktivitas harian diukur. Setiap capaian closing sales ditanya. Setiap program dievaluasi secara brutal dan tanpa toleransi. Akhirnya, semua lini manajemen kontraksi, menegang, tidak nyaman, bahkan resign.

Sebenarnya, hal ini positif, karena dengan demikian, organisasi hanya menyisakan orang-orang yang mau bekerja. Organisasi bersih dari pengotor SDM yang tidak berdampak. Sebagai seorang Leader business, seorang Leader harusnya menyambut kontraksi ini dengan suka cita. Penuh kebahagiaan, karena setelah kontraksi akan lahir kesuksesan.

2. Kontraksi Manajemen menandakan perubahan state dari semula zona santai menuju zona yang penuh kejaran.
Kontraksi manajemen ini juga menandakan manajemen yang sedang bergerak berubah. Yang dahulu bekerja dengan santai, tiba-tiba lingkungan membangun sebuah sistem kontrol yang ketat dan memaksa semua orang untuk bekerja efektif. Situasi kontraksi akhirnya menjadi salah satu parameter akan sebuah perubahan positif. Harusnya seorang leader harus khawatir, apabila tidak terjadi kontraksi sama sekali. Ketiadaan kontraksi berarti tidak terjadi apa-apa. Tidak terjadi perubahan. Tidam terjadi pergerakan. Dan itu ujungnya kematian.

3. Kontraksi Manajemen adalah sebuah situasi latih bagi manajemen, untuk melatih otot organisasi dalam mebgejar Target.

Apakah kontraksi harus terjadi terus menerus? Layaknya melatih otot di tempat fitness, kontraksi otot pada awalnya akan menyebabkan pegel linu diseluruh badan. Tetapi ketika latih otot dilakukan secara regular dan terus menerus. Otot kita akan beradaptasi. Kita tidak akan lagi mengalami pegal dan linu selesai kita latihan fitness.
Sama seperti otot gerak manajemen. Organisasi bisnis yang terus bergerak mengejar target, akan terbiasa dengan kontraksi yang ada. Dan akhirnya, di titik tertentu, organisasi akan merasa nyaman bekerja, walaupun dalam tekanan dan kejaran yang teramat tinggi. Karena budaya kerja telah terbentuk.
Lingkungan kerja mendukung lahirnya pekerja yang produktif. Tidak ada pekerja yang bengong dan melamun. Tidak ada waktu terbuang. Semua efektif dan efisien dalam bergerak.

Akhirnya, apakah kita siap dengan kontraksi yang ada?

Rendy Saputra

CEO KeKe Busana

Pengajar di Sekolah Bisnis www.DuaKodiKartika.com

Daftar Sekarang

Artikel Lainnya:

1. Cara Sukses Diusia Muda

2. 5 fitur Marketing yang dibutuhkan Toko Online

3. Seputar Program Affiliate

4. 7 Kesalahan Fatal Promosi Online

5. Usaha Sampingan Anti Rugi

6. E-book Tips Beasiswa Keluar Negeri

7. Right, Warant, dan Obligasi

8. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

9.Materi Kuliah Manajemen Keuangan: Saham dan Obligasi

10. Resume Manajemen Investasi Bab 1 dan 2 Buku Bodie


Daftar Sekarang

Firmansyah

Seorang bloger pemula yang sedang mengembangkan kemampuannya

2 tanggapan untuk “KONTRAKSI MANAJEMEN DAN KELAHIRAN KESUKSESAN

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas