Jangan telat bayar BPJS ya sobat

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Teman2 semua,

Saya (Penulis, Muhammad Mohtar Kadafi) mengingatkan untuk setiap kita yg memiliki BPJS agar TIDAK PERNAH TERLAMBAT MEMBAYAR IURAN WAJIB BPJS dengan alasan APAPUN agar hal BURUK ini tidak terjadi pada siapapun.

Berikut saya jelaskan kronologinya Mertua saya An. JAINAL (0001464393914) memiliki BPJS kelas 1. Sudah kurang lebih 2 tahun ini sebagai peserta. Namun sudah 2 bulan ini mengalami keterlambatan.

Pada tanggal 19 Sepetember 2016 jam 7 malam saya dihubungi oleh pihak keluarga bahwa beliau sakit. Mendengar hal itu saya dan Istri saya Eka Handayani langsung menuju rumah beliau. Sebelum kerumah sakit kami membayar tagihan BPJS di Indomaret total Rp.240.000,- untuk 3 bulan.

Dan akhirnya kami bawa ke RS. Samarinda Medika Citra setelah sampai disana mertua saya diperiksa dan dinyatakan mengalami serangan jantung akhirnya kami dirujuk ke RS. Abdul Wahab Syahranie dikarenakan tidak adanya dokter spesialis Jantung.

Sesampainya di rumah sakit Rujukan RS. Abdul Wahab Syahranie dilakukan tindakan dan penangan beliau di rawat di ruang ICCU untuk penanganan jantungnya. Pada saat pendaftaran saya konfirmasi pelayanan menggunakan fasilitas BPJS Kelas 1. Pada keesokan harinya saya diminta pihak rumah sakit untuk membayar denda melalui BPJS CENTER. Setelah dijelaskan bahwa saya harus ke bagian keuangan dirumah sakit untuk dapat penjelasan mengenai denda. Dan saya kaget setelah mendengar kebijakan terbaru BPJS bahwa denda akan dihitung berdasar total tagihan biaya dirumah sakit dikalikan 2,5% dikalikan lagi dengan lamanya keterlambatan.

Untuk informasi tagihan sementara mertua saya Rp. 6.976.200,- × 2,5% × 2 bulan = Rp.348.810,- Itu adalah perhitungan denda sementara yang harus saya bayar agar BPJS dapat digunakan. Dan lebih sadisnya lagi belum cukup itu saja bila ada penambahan biaya maka akan tetap dikenakan denda lg dengan perhitungan yg sama. Bahkan apabila dalam 45 hari kedepan Mertua saya ada opname lg dengan mengunakan BPJS maka tetap akan dikenakan denda pula dengan perhitungan yang sama. Bahkan denda maksimal bisa mencapai RP. 30.000.000,-

Free Traffic 468

Pertanyaan lalu muncul dalam pikiran saya apakah wajib sekejam ini peraturan denda yg saya rasa PASTI membebani orang sakit dan keluarganya. Kami diwajibkan ikut program pemerintah ini namun banyak kekurangan yg kami terima. Banyak hal yang bisa menyebabkan terlambat atau tidak terbayarnya BPJS. Salah satunya kondisi keuangan yang untuk bertahan hiduppun susah apalagi bayar iuran, apalagi sampai bangkrut,PHK tidak punya uang. Pemberian sanki belum berbanding lurus dengan pelayanan. Saya berharap pihak pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini. Buatlah kami senang dan bangga jd warga Negara Indonesia bukan malah sedih akan apa yg kami terima dan rasakan. Berikut saya lampirkan rincian data data sebagai bukti.

Terimakasih perhatiannya. 8 contoh kasus perhitungan denda BPJS

Oleh : Muhammad Mohtar Kadafi

Daftar Sekarang

Artikel Lainnya:

1. Cara Sukses Diusia Muda

2. 5 fitur Marketing yang dibutuhkan Toko Online

3. Seputar Program Affiliate

4. 7 Kesalahan Fatal Promosi Online

5. Usaha Sampingan Anti Rugi

6. E-book Tips Beasiswa Keluar Negeri

7. Right, Warant, dan Obligasi

8. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

9.Materi Kuliah Manajemen Keuangan: Saham dan Obligasi

10. Resume Manajemen Investasi Bab 1 dan 2 Buku Bodie


Daftar Sekarang

Comments

comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas