Benarkah Reklamasi berdampak buruk terhadap lingkungan?

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Benarkah Reklamasi berdampak buruk terhadap lingkungan?

Free Traffic 468

Sebelum membahas dampaknya terhadap lingkungan kita perlu memahami dulu apa itu Reklamasi. Menurut UUD, definisi reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase. Reklamasi dapat juga didefinisikan sebagai aktivitas penimbunan suatu areal dalam skala relatif luas hingga sangat luas di daratan maupun di areal perairan untuk suatu keperluan rencana tertentu. Sebagai orang awam yang saya ketahui soal reklamasi itu, adalah suatu tindakan yang dilakukan manusia untuk membuat daratan baru dengan cara menimbun suatu areal perairan atau pantai. Tujuan dilakukannya tindakan ini tidak lain karena keterbatasan lahan yang tersedia untuk melakukan pembangunan terlebih menghindari penggusuran pemukiman penduduk, selain itu bisa jadi dilakukan dengan sengaja untuk membangun sebuah rumah di sebuah lahan rawa yang harganya relatif lebih murah.
Selama ini reklamasi sering mendapat tentangan dari masyarakat dan isu yang banyak berkembang cenderung kepada dampak negatif dari aktivitas ini. Padahal kalau mau ditelusuri adakah tindakan kita sebagai manusia modern yang tidak merusak lingkungan? Disadari maupun tidak tindakan kita selalu berakibat pada rusaknya lingkungan contohnya saja demi mencukupi kebutuhan hidup kita tidak segan menebangi pohon-pohon di sekitar kita untuk dijual kayunya sementara lahannya kita tanami dengan tanaman-tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Mungkin tindakan ini terlihat sederhana dan terkesan tidak merusak padahal hutan yang kita tebangi pohon-pohonnya tersebut ternyata merupakan habitat alami bagi berbagai jenis hewan dan tumbuhan, yang tanpa sadar kita telah merusak habitat mereka hingga pada akhirnya merusak keseimbangan lingkungan. Salahkah tindakan kita? Tergantung dari sudut pandang mana anda memandangnya. Kalau bagi pencinta lingkungan hal ini jelas salah karena meniadakan habitat alami hewan dan tumbuhan. Akantetapi bila kita melihat dari sudut pandang para pelaku makan kita akan menemukan kenyataan bahwa tindakan yang mereka lakukan bertujuan baik yakni dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup mereka dan bisa jadi kita juga ikut merasakan manfaat dari apa yang mereka lakukan. Coba anda pikirkan kalau saja mereka tidak melakukan tindakan tersebut bisakah kita menikmati hidup. Sudah pasti tidak, dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kita akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu kita perlu mendapatkan sumber penghidupan dari alam, masalahnya tidak semua yang ada dialam secara alami kita butuhkan. Adakalanya kita hanya memerlukan segelintir tumbuhan saja sehingga memerlukan lahan untuk ditanami tumbuhan tersebut. Kita perlu kayu untuk membangun rumah maka pohon-pohon wajib ditebang, begitu seterusnya hingga akhirnya tanpa sadar kita telah merusak alam. Begitu juga halnya dengan reklamasi pada dasarnya tujuannya baik yaitu bagaimana memaksimalkan penggunaan suatu kawasan sehingga menghasilkan suatu nilai ekonomis yang lebih tinggi. Sementara dampak yang ditimbulkan sama halnya dengan membuka lahan tadi, tindakan tersebut merusak lingkungan. Jadi pada dasarnya yang perlu dilihat bukanlah seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan tapi seberapa besar manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Bukankan sudah banyak contoh diluar sana bagaimana reklamasi memberi dampak positif bagi kemajuan perekonomian suatu bangsa. Kembali, ke bahasan awal benarkah reklamasi berdampak buruk terhadap lingkungan? Jawabannya adalah iya. Tapi, sebanding tidak kerusakan yang ditimbulkan dengan manfaat yang akan dirasakan ini yang perlu dipertimbangkan. Permasalahan reklamasi yang lagi hangat dibicarakan saat ini adalah proyek reklamasi pantai utara Jakarta berdasarkan penelusuran saya wacana ini sudah sangat lama direncanakan. Setelah sempat ditentang oleh kementrian lingkungan hidup pada tahun 2003 karena dianggap tidak layak untuk dilaksanakan. Perdebatan-perdebatan tak kunjung usai ada banyak kepentingan disana sehingga wacana ini terus-terusan menjadi perdebatan. Pengembang jelas merasa proyek ini menjanjikan sementara masyarakat dalam hal ini nelayan merasa kalau proyek ini akan merugikan mereka. Belum ada titik tengah yang dapat menyelesaikan persoalan. Jadi saya rasa kalau proyek ini ternyata memang tidak memberi manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar maka lebih baik tidak dilaksanakan, tapi kalau pada akhirnya pengembang mampu membuktikan bahwa manfaatnya sangat besar bagi masyarakat sekitar sehingga dapat menjamin masa depan mereka menjadi lebih baik maka tidak ada salahnya bila dilaksanakan.

Daftar Sekarang

Comments

comments

No Responses

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas