Indonesia Negara Agraris tapi Masih Bergantung Impor

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Indonesia Negara Agraris tapi Masih Bergantung ImporSumber: Pinterest.com

Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.

Namun, tidak sesuai yang diekspektasikan, kebutuhan pangan malah dipenuhi oleh impor.

Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor pertama adalah jumlah lahan garapan yang tersedia. Meskipun banyak penduduk Indonesia yang bermata pencaharian di bidang pertanian, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan jumlah lahan yang digarap.

Hal ini menyebabkan kurang maksimalnya hasil panen yang dihasilkan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Kondisi tanah di Indonesia yang subur memungkinkan akan hasil pertanian yang melimpah. Namun, tanah-tanah yang subur tersebut tidak digunakan sebagai lahan garapan karena telah dialihfungsikan sebagai pemukiman, pabrik, dll.

Hal ini terjadi terus menerus sehingga lahan garapan di Indonesia jumlahnya semakin berkurang. Banyak para petani atau pemilik lahan yang hanya memiliki satu lahan akan tergoda oleh iming-iming pembeli lahan yang tak lain adalah wakil dari perusahaan tertentu, sehingga cenderung untuk menyerahkan lahannya.

Memang pada kondisi ini berkaitan erat dengan kesejahteraan petani atau pemilik lahan itu sendiri. Setelah itu para petani yang tidak memiliki lahan akan ikut menggarap saja.

Free Traffic 468

Faktor yang lainnya adalah dari segi teknologi yang digunakan. Penggunakan teknologi di sektor pertanian belum maksimal.

Kebanyakan para penggarap lahan masih memanfaatkan cara konvensional yang kurang efektif. Dengan menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada, jumlah pangan yang dihasilkan akan lebih meningkat.

Indonesia perlu mengembangkan sektor agraris. Pemerintah perlu meningkatkan kesejahteraan petani. Harga pangan di Indonesia harus diatur agar seimbang, mensejahterakan petani dan sekaligus tidak memberatkan konsumen.

Pemberian pupuk dengan harga murah atau pun gratis juga perlu dilakukan dengan terkontrol dan tepat sasaran. Sosialisasi terhadap para penggarap lahan terutama di pelosok juga perlu digiatkan.

Sosialisasi yang dilakukan hendaknya berkaitan dengan pentingnya lahan garapan bagi Indonesia dan kiat-kiat untuk meningkatkan kualitas hasil pangan agar dapat bersaing dengan hasil pangan luar negeri.

Dengan hal ini hasil pangan Indonesia diharapkan juga dapat diekspor ke luar negeri untuk meningkatkan perekonomian negara. Lalu, pemerintah dapat berkerja sama dengan perusahaan mesin untuk pengadaan traktor dan mesin penggiling padi otomatis secara gratis atau murah.

Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional dari hasil sendiri bukan impor. Bahkan diharapkan Indonesia juga dapat mengekspor hasilnya ke luar negeri.

Jadi, pengembangan sektor agraris sangat diperlukan demi stabilitas negara.

Simak juga perkembangan dunia agribisnis lainnya di Jurnal Agribisnis.

Daftar Sekarang

Comments

comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas