JANGAN LAKUKAN 4 HAL INI JIKA TIDAK INGIN BANGKRUT!

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Jangan lakukan 4 hal ini Jika tidak ingin bangkrut!
Judul artikel hari ini mungkin tidak biasa, sebab memang aku mau menekankan hal lain.
Hal-hal yang jarang diulas tapi sebenarnya penting banget. Pada sharing saya hari ini saya mau menekankan agar kita jangan mirip 4 hal ini agar terhindar berasal kebangkrutan. Oke telah di siappp? Tanpa berlama-usang, ini beliau 4 hal yg menghasilkan pebisnis lebih cepat bangkrut

Pertama: tidak mau dengar apa istilah konsumen

Bisnis yang cepat melesat karena si pemilik usaha pandai melihat kebutuhan pasar, selalu dengar apa kata konsumen serta kebalikannya bisnis yang nyungsep karena tidak pernah mau dengar apa istilah konsumen. Kalau kita mau membuat konsumen puas, maka kita wajib dengar apa istilah mereka.
Bagaimana caranya?Kita bisa minta masukan asal pelanggan, lakukan survei mungil-kecilan, coba ngobrol menggunakan calon pembeli, dan lain-lain. Pada dasarnya kita open, kita terbuka buat mendengar apa maunya konsumen.

Kedua: lambat berinovasi

Lihat tragedi beberapa brand ini? Nokia, siemens, ericsson, motorola. Saya konfiden banget salah satu diantara anda absolut pengguna merk ini. Aku pun memakai beberapa merk ini dulu. Bencana apa yg dialami merk-merk ini? Bencana ditinggal konsumen. Tragedi yg paling menyakitkan buat sebuah bisnis merupakan ditinggal konsumen. Ini sedih banget, padahal dulu mereka adalah the big five pembuat ponsel lho. Tetapi sayang hari ini mereka hanya sebagai pemain non unggulan, bahkan diantaranya telah tinggal sejarah pada ranah handphone. Apa yang membentuk ditinggal konsumen? Merek-merek ini lambat berinovasi. Kalah dari serbuan handphone-handphone korea serta cina.

Ketiga: boros

Kadang miris, ternyata tidak sedikit pebisnis pemula yang bangkrut bukan sebab adanya pesaing, akan tetapi karena duduk perkara internal, alias masalah karena diri sendiri. Apa itu? Duduk perkara pada keuangan yg boros. Omzet belum pula gede tapi kepinginnya udah banyak. Yg paling parah lagi adalah pada pengaturan keuangan, yaitu tidak adanya kejelasan antara uang usaha dan uang langsung, semuanya nyampur. Memang kenapa tidak boleh dicampur? Begini simpelnya, rekening bisnis itu ya buat keperluan usaha tidak bisa dicampur menggunakan rekening pribadi, jangan hingga cashflow keuangan usaha kita habis menguap karena beli ini beli itu yang tidak perlu. Bukannya buat modal selanjutnya, eh malah habis dipakai buat konsumsi langsung. Hal yang sederhana bisa dilakukan artinya keuangan usaha dan keuangan pribadi tidak boleh dicampur, harus dipisah! Selain itu Bila anda masih merintis bisnis, jangan boros, jangan sok-sokan belanja ini belanja itu, ingat irit itu penting, jagain sampai keuangan kita safety dulu.

Free Traffic 468

Keempat: cepat puas

Pebisnis yang cepat puas artinya pebisnis yang rentan buat dilibas pesaing. Lho kok mampu? Tentu saja bisa, karena perasaan cepat puas ini akan menular ke banyak hal dalam bisnis. Produk jadi lambat berinovasi, si owner jadi enggan dengar apa istilah konsumen sebab telah merasa puas dengan keadaan. Kalau terus menerus dibiarkan, ujung- ujungnya akan mirip seperti tragedi merek-merek handphone diatas. Ngeri! Cepat puas ini merupakan temennya comfort zone, zona nyaman yg menghasilkan pebisnis jadi lambat buat berinovasi, lambat belajar, lambat untuk ambil keputusan. Cepat puas dan zona nyaman ini yang membentuk si pebisnis jadi malas buat belajar hal-hal baru, enggan buat terbuka menggunakan perubahan yg terjadi, ujung-ujungnya lambat buat beradaptasi dengan kondisi zaman dan persaingan. Ingat, era internet membentuk persaingan sangat cepat berubah. Siapa yg lambat mengikuti keadaan akan tertinggal jangan lupa mendiang steve job? Beliau saja bilang begini, stay hungry, stay foolish, atau jika bahasa simpelnya, jangan pernah puas dan wajib terus- menerus belajar. Slogan ini sangat terkenal sampai mengantarkan perusahaan apple si penelur iphone serta ipad bernilai ribuan triliun, ribuannnnn.. Okehhh, pelajaran apa yg bisa diambil asal beberapa hal diatas. Kuncinya artinya kita harus terbuka untuk belajar. Belajar buat mendengar konsumen, belajar buat berinovasi, belajar buat mengatur keuangan dan belajar buat tidak cepat puas. Belajar usaha itu tidak wajib ambil kuliah pada ekonomi seperti saya di feui 10 tahun kemudian, banyak kok wahana belajar bisnis lain. Bisa asal internet, bisa berasal facebook, mampu baca kitab atau ikut akademi belajar online. Akan tetapi saya mau mengingatkan lagi. Belajar itu jodohnya praktek, praktek itu jodohnya belajar. Hah? Mereka berjodoh? Iya bener hehe. Begini deh, belajar akan tetapi ga pernah praktek, hasilnya akan nol besar , serta kebalikannya jika praktek tapi tidak memahami ilmunya, maka hasilnya jua gitu-gitu aja. Telah menyediakan saat buat upgrade ilmu? Telah mulai action? Kalau belum, sekaranglah waktunya. Lebih cepat belajar serta praktek, maka hasilnya akan lebih cepat anda terima. Segera action tanpa akan tetapi tanpa nanti

Silakan share dan comment apa pendapatmu.

Daftar Sekarang

Comments

comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas