Peta pergerakan Politik Indonesia, antara Pilihan Partai atau Independen

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Peta pergerakan Politik Indonesia, antara Pilihan Partai atau Independen

Oleh: Deki Firmansyah, S.E

Alumni Universitas Sriwijaya sekaligus seorang Bloger pemula yang sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Pemilik Website Bagitau.Id dan Infokers. Menulis hanya untuk berbagi demi kesenangan pribadi karena “Berbagi itu Menyenangkan”

Free Traffic 468

Pergerakan politik di Negeri ini kian memanas, ditengah banyaknya daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Terlebih ditengah digalakkannya pilkada serentak dimana pemilihan kepala daerah dilakukan serentak oleh beberapa daerah. Ada cerita menarik di Pilkada kali ini dimana peta kekuatan politik kian merata, kini ada begitu banyak calon kepala daerah yang mencalonkan dirinya lewat jalur independen/ tanpa partai. Hal ini saya maklumi karena mulai menurunnya kepercayaan masyarakat kepada partai politik di Indonesia. Mengingat banyaknya kader-kader terbaik partai yang terlibat kasus korupsi di berbagai bidang tentunya meningkatkan peluang seorang non partai untuk mulai unjuk gigi dalam menarik minat dan simpati masyarakat. Masyarakat tentunya sudah bosan menyaksikan betapa banyaknya orang-orang partai yang terjerat kasus hingga calon independen dapat menjadi sebuah pilihan yang baik bagi mereka. Pertanyaannya apakah calon independen itu baik? Belum tentu, semua orang pasti sepakat menjawab demikian tapi setidaknya kini masyarakat sebagai pemilih memiliki lebih banyak pilihan dan peluang yang lebih besar untuk dapat mencalonkan dirinya sendiri dalam pemilihan kepala daerah. Diperbolehkannya pencalonan Kepala Daerah via jalur Independen merupakan sesuatu yang menarik dalam peta perpolitikan di Indonesia sekaligus sebagai pertanda buruknya kinerja partai Politik dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Mengapa demikian? Kalau, seandainya partai Politik mampu menyalurkan aspirasi masyarakat dengan baik maka mereka tidak perlu menghadirkan sosok Independen sebagai calon kepala daerah. Ya, tanpa partai calon independen pada dasarnya diajukan oleh masyarakat yang ingin perubahan. Masyarakat yang merasa tidak puas dengan calon yang diajukan partai memutuskan mengajukan diri atau seseorang yang mereka anggap pantas sebagai salah satu kandidat kepala daerah. Selama ini, banyak orang-orang hebat yang memiliki kinerja baik namun tidak mendapat dukungan partai sehingga tidak dapat mencaloncan dirinya, sementara calon yang disajikan hanya orang itu-itu saja. Masyarakat sudah bosan dengan kenyataan ini sehingga banyak diantara mereka memilih jalur Independen. Kemudian kian banyak diantara mereka yang mampu menang, atau setidaknya pada akhirnya mampu menarik dukungan partai setelah mengajukan diri menjadi calon Independen. Bila hal ini terus terjadi lama-lama peran partai dalam pemilihan kepala daerah akan mati dengan sendirinya. Istilahnya untuk apa ada partai sementara rakyat lebih suka memilih orang diluar partai? Orang-orang hebat mulai berpikir ulang untuk menjadi kader partai. Lebih baik mereka membangun reputasi secara pribadi, sembari menarik hati masyarakat. Karena pada dasarnya kekuasaan tertinggi ada ditangan rakyat yang mendapat perhatian lebih dari rakyatlah yang akan memenangkan pemilihan. Sekian.

Daftar Sekarang

Comments

comments

2 Comments

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas