Rumah DP Rp 0 dari janji, menjadi Mimpi

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

Dalam laman Jakarta Maju Bersama,
pasangan Anies-Sandi menyebut program ini Program Hunian Terjangkau dan DP Nol Rupiah.

Propellerads
Free Traffic 468

Dalam dokumen kampanye itu ditulis,
penduduk Jakarta yang tidak memiliki
rumah tersebut terkonsentrasi pada 40
persen masyarakat termiskin.

Target program ini adalah warga dengan KTP DKI Jakarta, kelas menengah ke bawah, dengan penghasilan total rumah tangga sampai sekitar Rp7 juta per bulan,
termasuk para pekerja informal yang
kesulitan untuk mendapatkan fasilitas kredit, dan belum memiliki properti sendiri.

Dalam debat Pilkada putaran kedua, 12
April lalu, Anies menyebut program DP Rp0 untuk warga tak mampu.

Melihat targetnya, jelas janji kampanye ini menyasar warga kelas menengah-bawah.

Tapi dengan syarat penghasilan minimal
Rp7 juta dan harus bisa mencicil, malah
membuat harapan memiliki rumah
menjadi mimpi belaka.

Warga tak mampu, kelas menengah ke
bawah, masyarakat termiskin, atau
apapun namanya, pendapatannya tak
pernah jauh dari upah minimum.

Di Indonesia, tak ada wilayah dengan
standar upah minimum sampai Rp7 juta.

Di Jakarta Upah Minimum Provinsi tahun
ini hanya mencapai Rp3,35 juta.

Gaji sejumlah itu, juga tak mungkin
sebagian besar dipakai untuk menutup
cicilan rumah.

Porsi terbesar yang menyedot gaji jelas untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menurut data Badan Pusat Statistik, hingga
2015, gaji sejumlah itu hanya sedikit di atas dari Koefisien Hidup Layak (KHL).

Daftar Sekarang
Foto Profil dari Firmansyah

Firmansyah

Seorang bloger pemula yang sedang mengembangkan kemampuannya

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas