Rumah DP Rp 0 dari janji, menjadi Mimpi

PropelleradsHosting Unlimited Indonesia

standar kebutuhan seorang buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dalam satu bulan.

scrolling=theme=1

Artinya, UMP ini hanya sisa sekitar Rp100-
Rp200 ribu setelah habis buat memenuhi kebutuhan hidup dengan layak. Mereka tak mungkin bisa memenuhi syarat gaji dan cicilan program Rumah DP Rp0 ini.

Program ini sejatinya memang meragukan sejak awal.

Bank Indonesia enggan mengomentari program ini.

Beberapa lembaga perbankan juga tak langsung mendukung.

Lippo Group pernah kepleset mendukung
program ini.

Tapi langsung diralat. BCA menunggu aturan dari pemerintah yang menaungi program ini.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan sudah ada aturan soal DP rumah tertuang dalam Peraturan BI(PBI) Pasal 17 Nomor 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk kredit properti.

Bank hanya menanggung 85 – 90 persen dari total harga rumah. Sisanya harus dibayar
pemohon dalam bentuk uang muka.

“Saya tidak mau komentar. Regulasi (peraturannya) tetap berlaku. Kalau dijamin pemerintah bisa saja,” ujar Tirta di Kantor BI, Kamis (20/4) seperti ditulis Merdeka.com.

Dosen Kelompok Keahlian Perumahan
Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB), Jehansyah Siregar
menganggap sejak awal program tersebut memang tidak jelas skemanya.

Free Traffic 468

Berbeda dengan program Perumahan Rakyat Pemerintah Pusat, yang jelas sudah ada struktur organisasinya di pemerintah

Daftar Sekarang
Foto Profil dari Firmansyah

Firmansyah

Seorang bloger pemula yang sedang mengembangkan kemampuannya

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas