Ilustrasi/pixabay

bagitau.id– Aplikasi kencan online yang satu ini tak main-main berkecimpung di dunia bisnis. Bumble, aplikasi untuk mencari teman kencan yang satu ini bakal initial public offering (IPO) di bursa saham Wall Street di kuratal pertama tahun depan.

Baca Juga: Facebook Rilis Layanan Kencan


Dilansir laman CNN Business, Minggu (15/11/2020), apabila IPO terlaksana, valuasi Bumble bisa mencapai US$6 miliar-US$8 miliar.

Valuasi Bumble naik setelah perusahaan investasi Blackstone, tahun lalu, membeli saham mayoritas dengan kesepakatan sebesar US$3 miliar.

Di masa pandemi covid-19, aplikasi kencan online semakin diminati. Kinerja Bumble mencetak rekor peningkatan 26 persen pesan instan pada awal-awal pandemi.

Aplikasi ini memiliki 66 juta pengguna pada September tahun lalu. Versi dasar aplikasi kencan online ini gratis, tapi pengguna dapat membeli fitur tambahan. Tak heran jika Bumble telah mencatatkan keuntungan dari pengguna.

Bumble didirikan pada 2014 lalu oleh Whitney Wolfe Herd. Di bawah kepemimpinannyam Bumble telah ekspansi internasional dan banyak berinvestasi di Asia, Amerika Tengah hingga Eropa.

“Pola pikir paling tradisional, paling misoginis secara global, itu adalah pasar. Bagi kami, itu adalah padang rumput yang terbuka lebar,” tutur Wolfe Herd.

Bumble memberi kewenangan pada wanita untuk mengambil langkah pertama pada pria incaran. Itulah yang menjadi ciri khasnya.

Bumble dikenal bersaing dengan aplikasi kencan online lainnya yang populer di Amerika Serikat. Sebut saja Tinder, Hinge, Match, dan OkCupid. Para pesaing Bumble ini semuanya dimiliki Match Group IAC.

Sementara itu, selain Bumble, perusahaan yang menaungi Bumble juga menghadirkan aplikasi lainnya, seperti Badoo, layanan kencan online yang populer di luar Amerika Serikat. (rahmawati)