Para pelukis dan masyarakat penggemar lukisan mengikuti workshop seni rupa yang digelar Disbudpar Batam di Harris Resort Barelang, Rabu (2/12/2020)/Agung Dedi Lazuardi

bagitau.id – Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari pelukis dan masyarakat umum, mengikuti workshop seni rupa. Para peserta berharap, dengan workshop itu, ekonomi kreatif salah satunya seni rupa bisa jadi isu sentral di Batam.

Workshop tersebut digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam 2-4 Desember 2020. Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta diwajibkan menjalani rapid test. Hasilnya, tiga calon peserta dinyatakan reaktif, dan dianjurkan untuk pulang serta menjalani karantina mandiri.

Baca Juga: 40 Penggiat Fotografi di Batam Antusias Ikuti Workshop

“Workshop kami lakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, tiga orang tadi reaktif dan sudah pulang untuk karantina,” ujar Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar, Wuryanta, di Harris Resort Barelang, Rabu (2/12/2020).

Salah seorang peserta yang juga kaligrafer, Yusuf Firdaus mengatakan, hingga saat ini pelaku ekonomi kreatif di Batam belum menemukan pasar yang baik. Dari kegiatan ini dia berharap ekonomi kreatif bisa menjadi isu sentral yang layak dibahas secara mendalam.

“Pemerintah harusnya bisa mengatur segmentasi pasar, dan menetukan bandrol yang sesuai tingkat ekonomi pengunjung, dari situ pelaku ekraf (ekonomi kreatif) bisa menentukan berapa banyak produk bisa dihasilkan, ” ujarnya.

Yusuf juga berharap, kegiatan yang diselenggarakan tidak selalu di ruangan tertutup. Ada baiknya kegiatan dilakukan di lapangan, seperti memanfaatkan event-event kemasyarakatan.

“Seperti car free day, yang benar-benar wisata, sebagai pelukis pasti yang kami utamakan adalah memamerkan,” ucapnya. (agung)