Kapolsek Nongsa AKP I Made Putra Hari melakukan konfrensi pers terkait penangkapan jambret spesialis gelang emas, Kamis (3/12/2020)/Dicky Sigit Rakasiwi

bagitau.id– Polsek Nongsa menangkap laki-laki berinisial MA yang merupakan pelaku penjambretan. Tak tanggung-tanggung, MA ini merupakan jambret spesialis gelang emas. Dari pemeriksaan polisi, MA mengaku telah 28 kali beraksi.

Kapolsek Nongsa AKP I Made Putra Hari mengatakan, 28 aksi itu dilakukan di tempat yang berbeda-beda. Namun perbuatan itu tak semuanya membuahkan hasil.

Baca Juga: Hore, Dua Pelaku Spesialis Pencurian Motor Dibekuk Polisi

“Dari 28 kali beraksi ini 4 kali gagal, dan dari 28 ini 22 kali di Nongsa dan di Batam kota 6 kali. Sementara yang gagal 4 kali ini 2 kali gagal di Nongsa dan 2 kali di Batam Kota,” kata Made Putra, dalam konfrensi pers di Polsek Nongsa, Kamis (3/12/2020).

MA ditangkap polisi pada 30 Oktober 2020 lalu. Penangkapan itu juga bermula dari kegagalannya melakukan aksi jambretnya. Sekira pukul 16.00, saat itu MA sedang di Jalan Dang Merdu depan Techno City (MTC) di Batam Center.

MA melihat anak laki-laki berboncengan dengan perempuan paruh baya. MA dan ibu-ibu ini sama-sama menuju arah bundaran SMAN 3 Batam.

Ketika jalanan sepi, MA memepet motor dua orang yang berboncengan ini dan berusaha menarik tas yang dipegang ibu tersebut. Namun, si ibu menahan tasnya. Sehingga ketika itu stang sepeda motor MA tersangkut dan membuat sepeda motor keduanya terjatuh.

“Setelah terjatuh tersangka beserta anak dan ibu tersebut di bawa ke Klinik Syahrial oleh warga yang menolong,” katanya.

Pada saat itu, MA mengaku kejadian itu murni kecelakaan. Namun ibu dan anak tersebut memberikan keterangan berbeda. Bahwa kejadian itu karena MA menarik tas ibu tersebut. Mendengar keterangan korban, mereka lalu di bawa ke Polsek Nongsa untuk dilakukan introgasi dan pengembangan.

Polisi berhasil membuktikan MA telah melakukan pencurian yaitu pada saat menemukan kartu PGRI milik EA di kios tempat MA menjual parfum.

“Setelah itu tersangka pun tidak dapat mengelak dan akhirnya tersangka mengakui perbuatannya seperti yang di tuduhkan ibu tersebut,” jelasnya.

Made Putra juga menerangkan, tersangka telah beberapa kali melakukan pencurian dengan kekerasan khusus gelang emas perhiasan ibu-ibu yang sedang mengendarai motor.

“Beberapa barang bukti yang di amankan seperti 19 lembar kertas Pegadaian, 1 unit sepeda motor Yamaha, 1 kunci sepeda motor asli bawaan dealer Yamaha Mio M3, 1 buah helm LTD putih, 1 tas kecil warna coklat Merk Louis Vuitton, 2 jaket warna putih Merk Versa dan Umbro, 4 surat Pegadaian gelang emas, 2 STNK sepeda motor, 1 BPKB sepeda motor, 2 KTP milik korban, 4 kartu BPJS, 2 Hp dengan merk berbeda, dan 1 kotak Hp Redmi Note 7,” ujarnya.

Selain itu juga 2 SIM, 1 kartu PGRI, 1 kartu ATM Bank Riau, 1 buku tabungan Bank BRI, 1 kartu PNS Elektronik dan 4 gelang emas rantai dengan total berat 95,53 gram dengan jenis karat yang berbeda.

MA pun dikenakan Pasal 365 Ayat 2 Ke 1 Jo 65 Ayat 1 KUHPidana dengan hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. Kapolresta Barelang Polda Kepri AKBP Yos Guntur mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati hati saat berkendara.

“Kami imbau kepada ibu-ibu agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan sehingga tidak mengundang para pelaku tindak kriminalis,” ujarnya melalui Kasubbag Humas Polresta Barelang AKP Betty Novia. (dicky)