Pelukis Batam Heryanto memberikan hasil karyanya sebagai apresiasi keapda pegiatan kampanye kesehatan dr Grace Hananta, Kamis (3/12/2020)/Agung Dedi Lazuardi

bagitau.id- Pelukis Batam, Haryanto memborong alat lukis pasca ditetapkannya karantina wilayah di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu.

Sepanjang pandemi, Haryanto tak bosan menggores kuasanya di atas kanvas. Sejak enam bulan lalu kini dia sudah menghasilkan 60 karya lukis. Tema yang diangkatanya berkaitan dengan keresahan dan ketakutan.

Baca Juga: Workshop Seni Rupa, Peserta Ingin Ekraf Jadi Isu Sentral

“Semua perasaan orang di tengah pandemi, saya luapkan di karya saya, nanti bisa dilihat pada 12 Desember mendatang, di Nagoya City Walk,” ucapnya saat ditemui di kawasan Nagoya, Kamis (3/12/2020).

Haryanto bahkan melukis sosok jenazah Covid-19 terbungkus plastik seperti jepretan kamera fotografer National Geographic, yang sempat menghebohkan Indonesia beberapa waktu lalu.

“Saya juga melukis seseorang yang sangat ketakutan akan virus itu. Di dalam lukisan itu, meski sudah pakai masker, namun dirinya menambahkan perisai lain seperti akar, agar corona tak menjangkitinya,” ujarnya.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi kepada penggiat kampanye kesehatan di tengah pandemi, Haryanto memberikan lukisannya, yang menggambarkan sosok tiga perempuan dengan pakaian kebaya, sedang mencari kutu, kepada dr Grace Hananta, yang kerap mengkampanyekan gerakan pakai masker.

“Lukisan ini menceritakan kebiasaan wanita zaman dahulu (mencari kutu), namun di era sekarang sudah tak bisa lagi seperti itu, saya tambahkan masker,” ujarnya.

Sementara itu, penggiat kampanye kesehatan dr Grace Hananta mengatakan, dirinya berterimakasih atas apresiasi dari sang pelukis. Apalagi sosok dalam lukisan tersebut merupakan sosok yang sangat kuat. Menurutnya sosok perempuan diibaratkan leher, yang mampu menggiring kepala.

“Lukisan ini sangat kuat maknanya, dan akan saya bawa terus untuk mengkampanyekan gerakan pakai masker,” ucapnya. (agung)