M (52) menyelundupkan sabu menggunakan modus jasa “burung”/Ist

bagitau.id– Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu dengan modus jasa “burung”. Sebelumnya, Bea Cukai juga dua kali mengungkap kasus yang sama belum lama ini.

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam Undani mengatakan jasa burung adalah istilah untuk kurir yang memasukkan sabu ke dalam anus. Kemudian mengeluarkannya sampai di lokasi penerima.

Baca Juga: Duh, Popok Bayi pun Jadi Pembungkus Sabu

“Jadi sabu tersebut dikemas bulat seperti telur dengan plastik bening atau kondom kemudian dibungkus lagi dengan lakban hitam lalu diolesi dengan baby oil agar mudah keluar masuk anus,” jelasnya, Kamis (3/12/2020).

Kali ini, sabu seberat 68,2 gram itu disembunyikan dalam anus pria berinisial M (52). Penyelundupan itu berhasil digagalkan, Rabu (25/11/2020) di Bandara Hang Nadim.

M hendak terbang lewat Bandara Hang Nadim dengan rute perjalanan Batam-Surabaya-Lombok.

Berdasarkan pemeriksaan badan dan barang bawaan tersangka, petugas Bea Cukai tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Selanjutnya, petugas Bea Cukai melakukan urine test untuk mendeteksi adanya obat-obatan terlarang dalam tubuh tersangka tersebut.

“Jadi, dari urine test menunjukkan positif mengonsumsi narkoba, untuk itu tersangka dibawa ke RS Awal Bros untuk dilakukan rontgen, dan ditemukan ada 2 bungkus sabu di dalam tubuhnya,” kata Undani.

Setelah ditangkap, selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Polda Kepri untuk proses lebih lanjut.

Tersangka pun dijerat dengan dugaan tindak pidana kepabeanan dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya pidana mati/ penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000.

Pengungkapan kali ini merupakan penindakan ke-43 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam di tahun 2020. (dicky)