Wali Kota Batam Muhammad Rudi/Tengku Bayu

bagitau.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memutuskan memberlakukan sekolah tatap muka tanggal 4 Januari 2021. Khusus sekolah yang berada di kota (Mainland) harus mengikuti persyaratan yang diberikan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri (SKB 4 Menteri).

“Khusus untuk di daerah hinterland, semua sekolah boleh tatap muka, tapi kalau sekolah di kota (mainland) ada aturan yang harus diikuti,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: Tahun Depan Sekolah Tatap Muka di Wilayah Hinterland

Hendri mengatakan, berdasarkan keputusan SKB 4 Menteri tertanggal 20 November 2020 kemarin, untuk menentukan sekolah tatap muka bukan lagi satgas Covid-19. Tapi kewenangan penuh dari kepala daerah masing-masing. Penentuan itu tetap harus melalui prosedur yang ketat mengingat masa pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Kalau sudah ada izin kepala daerah, kami akan mengadakan rapat dengan komite sekolah, setelah itu pihak sekolah (Kepsek) juga harus mendapatkan persetujuan dari orangtua,” ujarnya.

Hendri mengatakan, persyaratan lainnya adalah persetujuan para orangtua. Pihaknya akan membuat surat pernyataan yang ditandatangani antara sekolah dan para orangtua. Hendri menyebutkan, pihak sekolah juga harus menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan.

“Di sekolah harus disediakan sanitasi, toilet yang bersih, sarana cuci tangan, sediakan sabun, hansanitezer, dan melakukan desinfektan. Selain itu juga, ada kerjasama dengan akses kesehatan, apabila ada terjadi yang tidak kita inginkan, sekolah juga siapkan thermo gun untuk mengecek suhu tubuh anak didiknya,” ucapnya.

Jika rumah siswa jauh dari sekolah yang mengharuskan datang ke sekolah naik angkutan umum, disarankan tetap belajar dari rumah. Hal ini agar tidak terjadi penularan Covid-19 dari angkutan umum.

“Untuk di kelas juga harus diperhatikan, kursi di dalam kelas harus berjarak 1,5 meter. Untuk anak TK/PAUD tidak boleh lebih dari 5 orang, SD dan SMP atau sederajat tidak lebih dari 18 siswa. Semua persyaratan ini berlaku untuk sekolah negeri dan swasta,” paparnya.

Setiap guru diharuskan memberikan edukasi tentang protokol kesehatan. Misalnya menganjurkan murid selalu menggunakan masker, cuci tangan, tidak berkerumun dan sebagainya. Selain sekolah tatap muka tidak dibenarkan adanya kegiatan lain seperti kegiatan ekstrakurikuler dan sebagainya.

“Bahkan kantin sekolah juga dilarang buka saat sekolah tatap muka. Kalau ada warga sekolah terpapar Covid-19, kami minta sekolah ditutup,” ucapnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan izin kepada pihak sekolah baik sekolah negeri maupun sekolah swasta untuk tatap muka. Namun, segala persyaratan yang terkandung di dalam SKB 4 Menteri harus dituruti.

“Silakan sekolah di kota atau mainland mau tatap muka. Lengkapi dan ajukan persyaratannya ke Dinas Pendidikan, ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta,” ungkapnya.

Rudi mengatakan, persyaratan yang diberikan tidak sama dengan sekolah yang berada di daerah hinterland. Sebab di kawasan seperti Galang, maupun Belakangpadang merupakan zona hijau yang tidak terkontaminasi dengan pandemi Covid-19.

“Saya tidak pilih kasih, siapapun mau ajukan dan sesuai dengan aturan tidak masalah, tapi kalau tidak sesuai maka akan ditutup sekolah, tidak pandang bulu, kalau sekolah swasta akan dicabut izinnya,” ucapnya. (bayu)