Berfoto di Puncak Beliung/Agung

bagitau.id – Puncak Beliung yang berlokasi di sekitar kawasan hutan lindung Tanjungriau, Sekupang, bisa menjadi alternatif wisata alam bagi warga Batam. Tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, samping Pemadam Kebakaran Manggala Agni.

Menuju ke tempat wisata ini tidak begitu sulit. Dari arah Seiharapan, jarak yang ditempuh sekitar 2 KM. Carilah Kantor Pemadam Kebakaran Manggala Agni, tepat di sampingnya akan ditemukan spot menuju Puncak Beliung.

Untuk memasuki kawasan tersebut, pengunjung dikutip biaya Rp 10 ribu per orang.

“Kalau anak-anak di bawah lima tahun gratis,” ujar Bob salah seorang pengelola wisata Puncak Beliung, Selasa, (29/12/2020).

Tanaman dan hiasan memenuhi jalan menuju Puncak Beliung/Agung

Usai membayar tiket masuk, pengunjung akan diarahkan menuju puncaknya. Ada dua jalur yang bisa ditempuh sesuai kemampuan fisik pengunjung. Ada jalur terjal dan ada jalur landai.

Sepanjang perjalanan pengunjung puncak, pengunjung akan dimanjakan dengan spot-spot foto yang unik dan menarik. Seperti gerbang dan ornamen yang terbuat dari anyaman ranting, serta pondok kecil yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Ada pula hiasan bunga sakura terbuat dari kantong plastik dijajarkan di sepanjang tangga.

Yang paling menarik, pohon-pohon pelawan berbagai ukuran, dengan warna oranye khasnya ikut menambahkan hiasan hutan secara alami.

“Waktu yang ditempuh untuk ke puncak kurang lebih lima menit saja,” kata Bob.

Setibanya di puncak, rasa lelah selama perjalanan mendaki langsung hilang. Mata langsung disuguhkan pemandangan indah, seperti danau Seiharapan dan pemandangan pemukiman masyarakat. Jika cuaca cerah, bangunan-bangunan pencakar langit milik Singapura pun terlihat jelas.

Di atas puncak, bangunan pondok dan payung yang juga terbuat dari anyaman ranting tersebar di beberapa titik. Lengkap dengan kursi kayunya. Selain itu, berbagai wahana juga bisa dinikmati oleh pengunjung di atas bukit, mulai dari trampolin, ayunan yang disebut Batam Swing, dan kursi romantis, yang semuanya berlatar pemandangan indah.

“Saat ini kami masih mengerjakan karpet terbang, dan setelah dinyatakan aman, nanti bisa dinikmati pengunjung,” kata Bob lagi.

Pengelola wisata alam yang merupakan Kelompok Tani Harapan Sukses, juga menyediakan fasilitas toilet dan kantin. Di kantin itu, menu-menu yang disediakan juga membuat pengunjung betah, mulai dari ubi goreng, kentang goreng dan nuget. Menu minuman juga ada, malah dibuat dengan kualitas restoran seperti Bingo Smothies, Rainbow Drink dan Mojito drink.

“Minuman ini merupakan minuman khas yang kami racik sendiri, harganya hanya Rp15 ribu,” katanya lagi.

Bagi yang ingin berkemah, pihak pengelola juga menyediakan lokasi. Perlengkapan pun disediakan dengan sistem sewa, seperi tenda yang bisa disewa seharga Rp50 ribu. Jika berkemah disana, para pengunjung tersebut disuguhkan indahnya pemandangan saat matahari terbit.

Kalau tidak bawa makanan, kata Bob, mereka juga bisa juga menyediakan dengan harga Rp 100 ribu untuk empat orang, dengan menu jagung, ubi, ikan dan lain-lain.

Berbagai wahana di sana masih akan ditambah, seperti flying fox, jembatan gantung dan kolam renang.

“Kemungkinan dalam satu atau dua bulan ini kolam renang selesai,” ucapnya.

Bob berharap, kawasan wisata alam Puncak Beliung bisa menjadi salah ikon Batam. Wisatawan bisa menikmati suasana wisata hutan di Batam, tanpa perlu jauh-jauh ke daerah lainnya.

“Doakan saja lancar, karena ini murni patungan kelompok tani, jadi pelan-pelan mengerjakannya,” kata Bob. (agung)