kepala Disdik Batam, Hendri Arulan/Tengku Bayu

bagitau.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan sampai saat ini belum ada satupun sekolah di mainland (perkotaan) yang sudah melakukan belajar tatap muka. Sejak dibuka awal tahun 2021 pihak sekolah baru mengajukan untuk belajar tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan, Dinas Pendidikan hanya menerima pengajuan permohonan belajar tatap muka. Kata dia, dari daftar pengajuan, yang paling banyak mengajukan belajar tatap muka ialah tingkat PAUD.

Baca Juga: Belajar Tatap Muka Baru Sekolah di Hinterland Saja

“Paling banyak PAUD ada sekitar 100 an sekolah mulai PA, Kelompok Bermain hingga TK, sementara SD ada sekitar 62 sekolah dan SMP ada 16 sekolah, semua sekolah yang mendaftar itu sekolah negeri dan swasta,” kata Hendri, Senin (11/1/2021).

Hendri mengatakan, Dinas Pendidikan belum memberikan rekomendasi ke sekolah yang telah mengajukan belajar tatap muka. Sebab pihaknya akan melakukan verifikasi ketat.

Sedangkan untuk sekolah yang berada di hinterland (pedesaan) tidak ada masalah dan tetap melaksanakan belajar tatap muka.

“Yang belum melaksanakan belajar tatap muka hanya di kota saja, tapi untuk di hinterland tidak masalah mereka tetap melakukan belajar tatap muka,” ujarnya.

Sebelum mengambil keputusan untuk belajar tatap muka di mainland, Disdik Batam akan melakukan rapat koordinasi dengan kepala daerah.

“Kami akan laporkan ke Pak Wali, apakah memberikan kesempatan untuk belajar tatap muka di perkotaan atau tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, dari informasi yang ia terima, para orangtua kebanyakan menolak untuk anaknya belajar tatap muka di sekolah.

“Banyak penolakan dari orangtua anaknya belajar tatap muka di sekolah,” kata Rudi.

Pemko Batam akan menggelar rapat berkoordinasi dengan dinas pendidikan. Kata Rudi, rapat tersebut untuk memutuskan apakah di mainland bisa belajar tatap muka di sekolah atau tunggu setelah dilakukan suntikan vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

“Nanti kita putuskan dalam rapat, belajar tatap muka setelah suntik vaksin atau tidak. Karena dalam aturan pendidikan saat ini, anak-anak tidak masalah belajar di rumah melalui online,” ungkapnya. ***