Komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial/Agung Dedi Lazuardi

bagitau.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, mengapresiasi keberhasilan Polresta Barelang menangkap pendeta cabul Nico Paham Sinaga di Medan, Sumatra Utara pada Jumat lalu, (8/1/2021).

KPPAD berharap pihak kepolisian benar-benar memanfaatkan undang-undang perlindungan anak, dan mencari pasal yang sesuai. Tak hanya itu, KPPAD meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Baca Juga: Polresta Barelang Ringkus Pendeta Cabul di Medan

“Karena dia kan tokoh agama, harusnya menjadi panutan, tapi dia malah jadi pelaku. Jadi ada pemberatan di situ. Kami akan kawal terus proses hukumnya,” kata Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syaharial, kepada bagitau.id, Rabu (13/1/2021).

Erry berharap, mudah-mudahan keluarga korban yang sudah mengharapkan tertangkapnya pelaku, bisa mendapatkan keadilan dengan penerapan hukuman berat kepada pelaku. Karena antara orang tua korban dan pelaku memiliki hubungan baik.

“Jadi orang tua korban ini, percaya kalau diajak pendeta tak jadi masalah, karena sebagai jemaat pelaku, tentu orang tua korban sangat percaya, namun kepercayaan itu disalahgunakan,” kata Erry.

Erry mengatakan pihaknya mendapatkan laporan pencabulan itu pada 2019 lalu. Sektiar bulan November dan Oktober. Pada waktu itu, pelaku sempat dimaafkan orang tua korban, karena orang tua korban mengira, tindakan asusila yang dilakukan Nico hanya sebatas dicium saja.

“Ternyata seiring berjalannya waktu, heboh lagi. Dan setelah ditanya ke korban oleh orang tuanya, rupanya tingkat pencabulannya sudah sampai ke hubungan seksual,” ucapnya.

Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, Nico menjalankan aksi bejatnya tak hanya sekali, dan dilakukan pelaku saat pelaksanaan ibadah untuk anaknya.

“Saat itu kalau tak salah, pas pelaksanaan ibadah sekolah Minggu,” ujarnya. ***