Ilustrasi/Pixabay

bagitau.id- Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan beberapa keadaan atau penyakit yang penderitanya masih tetap layak divaksin.

Beberapa keadaan itu diantarnya

1. Reaksi anafilaksis

Jika tidak terdapat bukti reaksi anafilaksis terhadap vaksin Covid ataupun komponen yang ada dalam vaksin Covid
sebelumnya, maka individu tersebut dapat divaksinasi Covid.

Baca Juga: Catat! Beberapa Hal Ini Bikin Seseorang Tak Boleh Divaksin

Vaksinasi dilakukan dengan pengamatan ketat dan persiapan penanggulangan reaksi alergi berat. Sebaiknya dilakukan di layanan kesehatan yang mempunyai fasilitas lengkap

2. Alergi obat

Pasien dengan alergi obat dapat diberikan vaksinasi Covid. Namun harus diperhatikan pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap antibiotik neomicin, polimiksin, streptomisin, dan gentamisin perlu menjadi perhatian terutama pada vaksin yang mengandung komponen antibiotik tersebut.

3. Alergi makanan

Alergi makanan tidak menjadi kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid.

4. Asma bronkial

Asma bronkial yang terkontrol dapat diberikan vaksinasi Covid. Jika pasien dalam keadaan asma akut disarankan untuk menunda vaksinasi sampai asma pasien terkontrol baik.

5. Rhnitis alergi

Rinitis tidak menjadi kontraindikasi untuk dilakukan vaksinasi Covid.

6. Urtikaria

Jika tidak terdapat bukti timbulnya urtikaria akibat vaksinasi Covid, maka vaksin layak diberikan. Jika terdapat bukti urtikaria, maka menjadi keputusan dokter klinis untuk pemberian vaksinasi Covid. Pemberian antihistamin dianjurkan sebelum dilakukan vaksinasi

7. Dermatitis atopi

Dermatitis atopi tidak menjadi kontraindikasi untuk dilakukan vaksinasi.

8. HIV

Layak (dengan catatan) vaksinasi yang mengandung kuman yang mati/komponen tertentu dari kuman dapat diberikan walaupun CD4<200. Perlu dijelaskan kepada pasien bahwa kekebalan yang timbul dapat tidak maksimal, sehingga dianjurkan untuk diulang saat CD4>200.

9. Penyakit paru obstruktif kronik

Penyakit paru obstruktif kronik yang terkontrol dapat diberikan vaksinasi Covid. Pasien dalam kondisi PPOK eksaserbasi akut disarankan menunda vaksinasi sampai kondisi eksaserbasi teratas.

10. Tuberkulosis

Pasien TBC dalam pengobatan layak mendapat vaksin Covid minimal setelah dua minggu mendapat obat anti tuberkulosis

11. Kanker paru

Pasien kanker paru dalam kemoterapi/terapi target layak mendapat vaksinasi.

12. Interstitial lung disease

Pasien ILD layak mendapatkan vaksinasi Covid jika dalam kondisi baik dan tidak dalam kondisi akut.

13. Penyakit hati

Vaksinasi kehilangan keefektifannya sejalan dengan progresifisitas penyakit hati. Oleh karena itu, penilaian kebutuhan vaksinasi pada pasien dengan penyakit hati kronis sebaiknya dinilai sejak awal, saat vaksinasi paling efektif/respons vaksinasi optimal.

Jika memungkinkan, vaksinasi diberikan sebelum transplantasi hati. Inactivated vaccine lebih dipilih pada pasien sirosis hati.

14. Diabetes melitus

Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen dapat diberikan vaksin.

15. Nodul tiroid

Jika tidak terdapat keganasan tiroid maka vaksinasi bisa dilakukan.

16. Pendonor darah

Pada Permenkes RI, donor darah sebaiknya bebas vaksinasi selama setidaknya 4 minggu (untuk semua jenis vaksin). Jika vaksin Sinovac diberikan dengan jeda 2 minggu antar dosis, maka setelah 6 minggu baru bisa donor kembali.

17. Penyakit gangguan psikosomatis

Sangat direkomendasikan dilakukan komunikasi, pemberian informasi dan edukasi yang cukup lugas pada penerima vaksin.

Dilakukan identifikasi pada pasien dengan masalah gangguan psikosomatik, khususnya ganggguan ansietas dan depresi perlu dilakukan KIE yang cukup dan tata laksana medis.

Orang yang sedang mengalami stress (ansietas/depresi) berat, dianjurkan diperbaiki kondisi klinisnya sebelum menerima vaksinasi. ***