bagitau.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, “Indonesia Spice Up The World” diharapkan akan meningkatkan peluang Indonesia di industri kuliner dunia. Pihaknya mendukung penuh program yang digagas Kemenko Marves tersebut.

Rempah-rempah Indonesia menawan dunia. (foto: kemenparekraf)

Menparekraf Sandiaga membagitau, berdasarkan data, nilai ekspor bumbu/rempah olahan dan komoditas/rempah segar Indonesia mengalami tren positif dengan rata-rata pertumbuhan 2,95 persen selama lima tahun terakhir. Pada 2020, nilai ekspor tercatat sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Target dari “Indonesia Spice Up The World” hingga 2024 mendatang adalah peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dolar AS. Selain itu juga hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri.

Indonesia Spice Up the World merupakan suatu program lintas kementerian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi pariwisata, khususnya di bidang kuliner Indonesia di mata dunia.

Program ini direncanakan untuk mempromosikan bumbu dan rempah-rempah Indonesia supaya lebih dikenal di kancah internasional.

Fokus pada Bumbu

Bukan hanya berfokus pada rempah-rempah mentah, program ini juga berfokus untuk mempromosikan bumbu masakan Indonesia. Hal ini dikarenakan bumbu jadi dinilai lebih mudah untuk dipelajari. Bumbu yang akan dipromosikan adalah bumbu siap pakai, yaitu bumbu merah, putih, dan kuning.

Dengan mengetahui bumbu dasarnya, diharapkan para chef bisa mempelajari masakan Indonesia dengan lebih mudah. Selain itu, fokus ekspor bumbu jadi juga dinilai lebih efektif, dibandingkan dengan ekspor rempah-rempah yang memiliki risiko kerusakan yang lebih tinggi.

Mempromosikan Lima Jenis Bumbu

Salah satu tantangan mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri adalah jenis masakan Indonesia yang beragam. Selama ini kita kesulitan menentukan salah satu menu untuk difokuskan untuk diperkenalkan ke dunia internasional.

Program Indonesia Spice Up The World fokus mempromosikan bumbu untuk lima masakan yaitu rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado. Selain itu, Indonesia juga mempromosikan bumbu pendukung, seperti kecap manis dan kacang tanah.

Sementara, rempah-rempah Indonesia yang dipromosikan adalah lada, pala, cengkeh, jahe, kayu manis, dan vanilla.

Dibagi Menjadi Empat Pilar

Program ini sendiri dibagi menjadi empat pilar yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu:

Produk Bumbu dan Olahan Pangan

Pilar pertama bertujuan untuk mempromosikan produk bumbu dan olahan pangan. Pilar ini meliputi produksi, pengemasan, pameran bumbu, dan pendampingan pembiayaan.

 

Restoran Indonesia

Pilar kedua bertujuan untuk mempromosikan restoran Indonesia di luar negeri. Hal ini dilakukan dengan cara desain ulang dan bantuan promosi. Selain itu, akan dilakukan kolaborasi dengan menghadirkan chef dan memastikan pasokan bahan baku.

 

Promosi Kuliner

Pilar ketiga bertujuan untuk meningkatkan awareness terhadap kuliner Indonesia. Akan diadakan program-program untuk meningkatkan promosi kuliner yang terdiri dari festival, konten digital, kegiatan kolaborasi media, pameran, dan konferensi forum.

 

Indonesia Destinasi Kuliner

Pilar terakhir bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai daerah destinasi kuliner. Pilar ini mendorong adanya pola perjalanan pariwisata bertema kuliner. Program ini mencakup penyiapan destinasi gastronomi, perjalanan wisata, dan konten destinasi kuliner.

 

Pelaksanaan Program di New York, Amerika

Program Indonesia Spice Up the World ini mencakup kunjungan kerja ke New York, Amerika. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menyiapkan beberapa langkah awal persiapan seperti melakukan penguatan jejaring dengan pegiat kuliner, importir bumbu, dan pengusaha restoran non-Indonesia yang ada di New York.

Amerika dipilih sebagai negara untuk melaksanakan program ini karena beberapa alasan. Yang pertama, Amerika adalah salah satu negara yang perekonomiannya sudah kembali bergerak di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, New York memiliki peluang besar karena terdapat 100-150 restoran Indonesia.

Dengan potensi yang besar dan daya beli yang sudah membaik, diharapkan akan membantu suksesnya pelaksanaan program ini. Restoran-restoran Indonesia nantinya akan berperan untuk meningkatkan ekspor rempah-rempah Indonesia maupun sebagai pengumpan potensi wisata kuliner Indonesia.