Menu ✖

Mode Gelap

Kepri · 19 Sep 2026 05:18 WIB ·

Usung Isu Kebebasan Pers dan HAM, Festival Media Selat Malaka 2026 Resmi Dibuka di Batam


					foto inset : https://fesmedselatmalaka.org/ Perbesar

foto inset : https://fesmedselatmalaka.org/

Bagitau.id, BATAM — Ratusan jurnalis, aktivis hak asasi manusia, akademisi, hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia memadati pembukaan Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tahunan yang diinisiasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini mengusung tema besar “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara”. Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2026.
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa Fesmed kali ini dirancang sebagai platform kolaborasi lintas batas untuk memperkuat narasi kebebasan pers dan isu-isu krusial lingkungan serta HAM di kawasan Selat Malaka.
“Laut bukan sekadar pemisah, tetapi jembatan dialog. Fesmed Selat Malaka menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif untuk menyuarakan tantangan media, mulai dari independensi pers, dampaknya teknologi AI, hingga persoalan lingkungan seperti karhutla dan konflik agraria,” ungkapnya.

Digelar di Dua Kota dan Lintas Pulau

Penyelenggaraan Fesmed Selat Malaka 2026 menorehkan catatan baru karena untuk pertama kalinya diadakan di dua lokasi berbeda, yaitu Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.
  • 19–20 September 2026 (Batam): Terpusat di Politeknik Negeri Batam, diisi dengan belasan sesi workshop, seminar nasional dan internasional, diskusi publik, serta pameran media dan bazar.
  • 21 September 2026 (Tanjungpinang & Pulau Penyengat): Seluruh peserta akan bertolak menuju Tanjungpinang untuk melakukan napak tilas sejarah pers di Pulau Penyengat, pulau bersejarah yang menjadi tonggak penting berkembangnya bahasa dan literasi Melayu.

Hadirkan Sesi Diskusi Kebijakan hingga Panggung Budaya

Selain seminar ilmiah dan pelatihan teknis jurnalistik, festival ini juga menyajikan pertunjukan seni, panggung budaya, dan ruang jejaring (networking) antar komunitas media se-Asia Tenggara.
Masyarakat umum dan mahasiswa juga diundang untuk menghadiri berbagai sesi diskusi secara gratis guna membangun literasi media di tengah masifnya arus informasi digital.
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jejak Pujangga Melayu di Asia Tengah: Patung Raja Ali Haji Ada di Turkmenistan

11 October 2026 - 18:48 WIB

Kendala Debit Air Waduk Nongsa BP Batam Menyiapkan Langkah Teknis

8 October 2026 - 13:16 WIB

MK Tidak Menemukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Gugatan Tetap Tidak Dapat Diterima

7 October 2026 - 11:59 WIB

Tips Keseahatan dan Panduan Praktis Masa Kabut Asap

29 September 2026 - 11:06 WIB

Pengurus Karang Taruna Kota Tanjungpinang Masa Bakti 2025-2030 Dikukuhkan Wali kota

26 September 2026 - 19:35 WIB

Pemprov Kepri Mulai Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat

23 September 2026 - 22:51 WIB

Trending di Kepri