Bagitau.id, Tanjungpinang — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) resmi menargetkan penguatan sejarah Melayu sebagai cikal bakal bahasa nasional melalui pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa pembangunan fisik museum dan monumen ini bukan sekadar simbol semata, melainkan sarana untuk memperkaya konten sejarah dan budaya Melayu agar tetap relevan serta dicintai oleh generasi muda di tengah arus perkembangan teknologi.
“Simbol-simbolnya sudah kita bangun. Konten-konten monumental itu yang harus kita perkaya, terutama agar generasi muda benar-benar mencintai budayanya sejalan dengan perkembangan teknologi,” ujar Ansar Ahmad dalam siaran Dialog Kepri Menyapa TVRI.
Target Pembangunan dan Dukungan Tokoh Adat
-
Pelaksanaan Proyek: Peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri pada Kamis (24/9/2026).
-
Target Selesai: Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027 dan resmi beroperasi awal tahun 2028, bertepatan dengan momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda.
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Dato’ Seri Setia Utama Raja Al-Hafiz Raja Ismail, menyambut positif langkah ini. Menurutnya, masyarakat Melayu sangat terbuka terhadap modernisasi dan pembangunan selama tetap menghormati adat serta nilai-nilai lokal. Pelestarian bahasa Melayu melalui muatan lokal di tingkat sekolah hingga perguruan tinggi diharapkan makin menguat dengan hadirnya museum dan monumen tersebut.
Selain itu, akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. Eki Darmawan, menambahkan bahwa momentum pembangunan infrastruktur kebudayaan ini hendaknya dibarengi dengan kolaborasi antarsektor guna mendorong potensi ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja berbasis kemaritiman di Kepulauan Riau.










